Menneg BUMN Lantik Dahlan Jadi Dirut PLN

Kompas.com - 23/12/2009, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah resmi menetapkan nama-nama baru dalam jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN (Persero), Rabu (23/12/2009). Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar melantik mereka di Kantor Pusat PLN, Jakarta. Jabatan Dirut akan dijabat Dahlan Iskan, sedangkan Wakil Dirut dihapus.

Total anggota Direksi PLN terdiri dari 10 orang, termasuk Dirut. Susunan direksi baru PLN adalah, Direktur Utama: Dahlan Iskan (saat ini CEO Jawa Pos Grup), Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko: Murtaqi Syamsuddin (saat ini Direktur Jawa Bali PLN), Direktur Keuangan: Setio Anggoro Dewo (saat ini Dirkeu PLN), Direktur SDM: Eddy Erningpradja (saat ini Manajer SDM Organisasi P3B Sumatera), dan Direktur Pengadaan Strategis: JB Bagyo Riawan (saat ini Deputi Direktur Pembangkitan Jawa-Bali).

Kemudian, Direktur Energi Primer: Nur Pamudji (saat ini General Manager PLN P3B Jawa Bali), Direktur Perencanaan dan Teknologi: Nasri Sebayang (saat ini Kepala Satuan Energi Primer PLN), dan Direktur Operasi Jawa Bali: Ngurah Adnyana (saat ini General Manager PLN Distribusi Bali).

Juga, Direktur Operasi Indonesia Bagian Barat: Harry Jaya Pahlawan (Sekretaris Perusahaan PLN) dan Direktur Operasi Indonesia Bagian Timur: Vickner Sinaga (Ketua Tim ERS PLN). Adapun untuk anggota-anggota Dewan Komisaris PLN yang baru, di antaranya, Komisaris Utama: Yogo Pratomo dan Komisaris Independen: Lutfi Hamida dan Adang Firman. Kemudian, sebagai Komisaris, antara lain Wimpy S Tjetjep, Syahrial Loetan, Abdul Aziz, dan Rahmat Waluyanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau