Lantik Dahlan, Mustafa Sempat "Marah"

Kompas.com - 23/12/2009, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menneg BUMN Mustafa Abubakar sempat "marah" kepada para hadirin yang hadir saat acara pelantikan Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN. Saat itu, dia tengah menyampaikan sambutannya dengan penuh semangat. Namun, ternyata para hadirin justru sibuk mengobrol dan tidak mendengarkan kata-kata sambutannya. Hal ini membuatnya kesal dan memperingatkan para hadirin.

"Tolong yang di belakang juga dengarkan. Jangan ada yang berbicara, saya mohon semuanya hening, diam, terima kasih," ujarnya dengan nada kesal, di Gedung PLN Pusat, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

Dalam sambutannya, Mustafa menyampaikan harapan agar kondisi PLN menjadi lebih baik dibanding kondisi saat ini, apalagi setelah UU Nomor 30 Tahun 2009 di mana swasta akan ikut ambil bagian dalam investasi pembangunan pembangkit listrik. Diharapkan, PLN dapat meningkatkan kinerjanya dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bos Grup Jawa Pos Dahlan Iskan resmi dilantik menjadi Dirut PLN. Pelantikan ini disambut unjuk rasa puluhan anggota Serikat Pekerja (SP) PLN yang menolak Dahlan sebagai Dirut, di luar Gedung PLN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau