Putri Bin Laden Bersembunyi di Kedutaan Saudi di Iran

Kompas.com - 24/12/2009, 02:04 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Iman bin Laden, salah seorang putri pimpinan al-Qaeda Osama bin Laden bersembunyi di Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran setelah berhasil meloloskan diri dari pengawal yang menahan dirinya dan lima saudara lelakinya yang lain selama delapan tahun. Demikian diberitakan sebuah koran Saudi, Rabu (23/12/209).

Pemberitaan itu menguatkan dugaan bahwa beberapa anak bin Laden ditahan di Iran sejak mereka mengungsi dari Afghanistan menyusul serangan AS tahun 2001. Nama yang disebut ada di Ian antara lain Saad dan Hamza bin Laden yang diduga mempunyai posisi di jaringan al-Qaeda.

Sebelumnya, para pejabat AS menyebutkan bahwa Saad bin Laden kemungkinan terbunuh dalam serangan udara AS di wilayah Pakistan, setelah melarikan diri dari Iran. Tetapi berita itu tidak pernah dikonfirmasi lagi.

Di lain pihak, Omar bin Laden, anak Osama lainnya yang tinggal di luar negeri, mengatakan pada koran Asharq Al-Awsat bahwa menurut keterangan Iman, Saad yang berusia 29 tahun dan empat saudara lainnya masih ditahan di Iran. Iman memberitakan hal itu melalui telpon yang dilakukan di kedutaan Saudi tempatnya melarikan diri.

Diberitakan dalam koran Asharq Al-Awsat, Iman yang usianya 17 tahun, berhasil mengecoh pengawalnya dan melarikan diri ke Kedutaan Saudi hampir sebulan lalu. Pejabat kedutaan, Fouad al-Qassas membenarkan bahwa Iman sudah berada di sana selama 25 hari dan kedutaan sedang melakukan upaya diplomatik untuk mengeluarkan Iman dari Iran.

Anak Osama lainnya yang tinggal di Arab Saudi, Abdullah, mengatakan pada jaringan televisi Al-Jazeera bahwa Iman menelponnya setelah ia berhasil lepas dari pengawal yang membawanya berbelanja di Teheran.

Osama bin Laden dilaporkan memiliki 19 anak dari beberapa istri. ia membawa setidaknya seorang istri dan beberapa anaknya ke Afghanistan tahun 1990-an setelah mereka diusir dari Sudan. Mereka kemudian berpindah lagi ketika perang Afghanistan pecah.

Omar bin Laden juga mengatakan dirinya sempat berhubungan telepon dengan saudaranya, Othman (25), yang adalah salah satu dari enam anak Osama yang ditahan di Iran. Menurut Othman dalam pembicaraan itu, pemerintah Iran menahan ia dan lima saudaranya setelah mereka menyeberangi perbatasan Afghanistan tahun 2001. Mereka selanjutnya hidup dalam pengawasan di sebuah kompleks perumahan di Teheran. Menurut Omar, saudaranya yang berada di sana adalah Saad, Hamza, Othman dan Bakr serta dua putri Osama,  Iman dan Fatima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau