Gus Dur: Alhamdulillah Saya Sudah Sehat

Kompas.com - 25/12/2009, 21:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - "Alhamdulillah saya sudah sehat," begitu kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar menirukan perkataan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jumat (25/12/2009) sore. Partialis bersama istri menjenguk Gus Dur yang kini dirawat di Unit Pelayanan Jantung Terpadu,Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Patrialis mengaku senang, Gus Dur yang dilihatnya sudah bisa tertawa.

"Saya sempat ngobrol sebentar, tapi karena sedang tidur, kasihan juga. Saya bilang, bagaimana Gus Dur, sehat-sehat kan. Beliau jawab, ya alhamdulillah saya sudah sehat, bagus. Ya sudah, lalu saya ngobrol dengan Ibu Shinta (istri Gus Dur)," kata Patrialis.

Politisi PAN ini kemudian meyakini, kondisi Gus Dur sudah mengalami kemajuan. "Buktinya, sudah bisa diajak ngobrol. Memang, Gus Dur kan ke sini rutin juga. Dan kelihatannya tidak ada yang mengkhawatirkan. Saya say hello, assalamualaikum Gus, gimana kabar? Saya Patrialis Gus, oh iya, bagaimana kabar pak menteri," ungkap Partialis seraya tertawa mendengarkan pernyataan Gus Dur.

Gus Dur sebagai tokoh bangsa apalagi sebagai mantan Presiden, kata Patrialis, sudah tentu harus dijenguk. Namanya hidup kan, kalau kita ada salah minta maaf. Ibu Sinta juga bilang, kalau Gus Dur ada salah sama-sama minta maaf," katanya lagi.

Sebelumnya, pembantu Presiden dikabinet Menteri Kesehatan menjenguk Gus Dur lebih dulu. Menkes kemudian mengaku, Gus Dur sudah bisa tertawa kepadanya. Sementara adik kandung Gus Dur, Umar Wahid mengungkapkan kakaknya memang diharuskan untuk menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu.Gus Dur, kata Umar Wahid, selama perawatan akan ditangani oleh tiga dokter ahli, termasuk dirinya yang tak lain dokter pribadi Gus Dur. Untuk syaraf, ditangani oleh dr Yusuf, ginjal dr Suwarjono, dan dr Nanang yang menangani penyakit dalam.

Menantu Gus Dur Dhohir Farisi yang tak lain suami Yenny Wahid juga mengungkapkan hal yang sama tentang kondisi Gus Dur yang sudah makin membaik. Gus Dur hanya tinggal dirawat untuk mengobati sakit giginya.

"Sekarang perawatan karena sakit giginya.Dan mudah-mudahan saja, dalam 2-3 hari ini pengangkatan gigi bisa dilakukan. Setahu saya, Gus Dur sakit gigi sejak dua minggu lalu, gusi bagian kanannya mengalami pembengkakan. Tapi, pengangkatannya belum bisa dilakukan sekarang karena masih menunggu syarafnya yang masih sakit," ujarnya. (Persda Network/YAT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau