JAKARTA, KOMPAS.com - "Alhamdulillah saya sudah sehat," begitu kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar menirukan perkataan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jumat (25/12/2009) sore. Partialis bersama istri menjenguk Gus Dur yang kini dirawat di Unit Pelayanan Jantung Terpadu,Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Patrialis mengaku senang, Gus Dur yang dilihatnya sudah bisa tertawa.
"Saya sempat ngobrol sebentar, tapi karena sedang tidur, kasihan juga. Saya bilang, bagaimana Gus Dur, sehat-sehat kan. Beliau jawab, ya alhamdulillah saya sudah sehat, bagus. Ya sudah, lalu saya ngobrol dengan Ibu Shinta (istri Gus Dur)," kata Patrialis.
Politisi PAN ini kemudian meyakini, kondisi Gus Dur sudah mengalami kemajuan. "Buktinya, sudah bisa diajak ngobrol. Memang, Gus Dur kan ke sini rutin juga. Dan kelihatannya tidak ada yang mengkhawatirkan. Saya say hello, assalamualaikum Gus, gimana kabar? Saya Patrialis Gus, oh iya, bagaimana kabar pak menteri," ungkap Partialis seraya tertawa mendengarkan pernyataan Gus Dur.
Gus Dur sebagai tokoh bangsa apalagi sebagai mantan Presiden, kata Patrialis, sudah tentu harus dijenguk. Namanya hidup kan, kalau kita ada salah minta maaf. Ibu Sinta juga bilang, kalau Gus Dur ada salah sama-sama minta maaf," katanya lagi.
Sebelumnya, pembantu Presiden dikabinet Menteri Kesehatan menjenguk Gus Dur lebih dulu. Menkes kemudian mengaku, Gus Dur sudah bisa tertawa kepadanya. Sementara adik kandung Gus Dur, Umar Wahid mengungkapkan kakaknya memang diharuskan untuk menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu.Gus Dur, kata Umar Wahid, selama perawatan akan ditangani oleh tiga dokter ahli, termasuk dirinya yang tak lain dokter pribadi Gus Dur. Untuk syaraf, ditangani oleh dr Yusuf, ginjal dr Suwarjono, dan dr Nanang yang menangani penyakit dalam.
Menantu Gus Dur Dhohir Farisi yang tak lain suami Yenny Wahid juga mengungkapkan hal yang sama tentang kondisi Gus Dur yang sudah makin membaik. Gus Dur hanya tinggal dirawat untuk mengobati sakit giginya.
"Sekarang perawatan karena sakit giginya.Dan mudah-mudahan saja, dalam 2-3 hari ini pengangkatan gigi bisa dilakukan. Setahu saya, Gus Dur sakit gigi sejak dua minggu lalu, gusi bagian kanannya mengalami pembengkakan. Tapi, pengangkatannya belum bisa dilakukan sekarang karena masih menunggu syarafnya yang masih sakit," ujarnya. (Persda Network/YAT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang