Pelaku Peledakan Pesawat Itu Warga Nigeria

Kompas.com - 26/12/2009, 10:32 WIB

DETROIT, KOMPAS.com — Pelaku yang berusaha meledakkan Northwest Airlines (NWA) yang mendarat di Detroit, AS, Jumat (25/12/2009) itu adalah seorang Pria asal Nigeria yang terkait dengan jaringan Al Qaeda.

Tersangka mengalami luka bakar yang cukup parah. Api membakar salah satu kakinya sehingga harus dipadamkan dengan alat pemadam ditambah air. Demikian menurut salah satu penumpang yang menjadi saksi.

Penumpang juga mengaku sempat khawatir takkan mendarat dengan selamat, dan bau terbakar masih tercium ketika mereka mendarat. Tersangka kini telah ditahan pihak berwajib. Dua penumpang juga mengalami luka ringan, tetapi selamat.

"Kami yakin ini merupakan percobaan usaha terorisme," ujar seorang petugas Gedung Putih anonim. Presiden Barack Obama sedang berlibur di Hawaii dan telah memonitor situasi ini.

Peter King, anggota dari Dewan Perwakilan AS bagian komite keamanan negara, mengatakan bahwa peledak yang digunakan "cukup canggih", dan sang tersangka yang bernama Abdul Mudallad adalah warga Nigeria berusia 23 tahun.

"Ketika bom itu meledak, sang tersangka juga terluka berat. Ia mengalami luka bakar parah... Bom ini agak berbeda dengan yang biasa kita temukan," ungkapnya.

King, seorang Republikan, dalam wawancara dengan CNN menyatakan bahwa Mudallad muncul di data sebagai orang yang berhubungan dengan jaringan teroris. "Sepengertianku... ia memang memiliki hubungan dengan Al Qaeda, dan juga memiliki sejumlah hubungan dengan teroris ekstremis, dan namanya cukup mudah muncul (dalam pencarian intelijen jaringan teroris)."

Menurut King, nama Mudallad memang tak sampai masuk di daftar orang yang dilarang dalam penerbangan. Namun, namanya cukup terhubung dengan jaringan teroris.

Pesawat yang menjadi target aksi pengeboman ini telah dipindahkan ke daerah sepi di bandara Detroit. Kini semua barang bawaannya tengah dipindai. Demikian menurut Badan Administrasi Keamanan Transportasi.

Menurut seorang petugas AS anonim, Mudallad telah mengaku bahwa peledak itu ia dapatkan dari agen Al Qaeda di Yemen, yang juga mengajarinya cara memakai alat tersebut.

Akan tetapi, jaringan NBC mendapat informasi dari petugas anti-terorisme bahwa Mudallad justru beraksi sendiri.

Pesawat yang hampir celaka tersebut adalah Airbus 330 milik maskapai penerbangan Northwest Airlines, nomor penerbangan 253, dan tengah membawa 278 penumpang ketika insiden itu terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau