AMSTERDAM, KOMPAS.com - Setelah terjadi insiden upaya peledakan pada pesawat Northwest Airlines (NWA) 253 yang mendarat di Detroit, AS, oleh Umar Farouk Abdul Mutallab, keamanan penerbangan menuju AS diperketat.
Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama memang sempat memerintahkan peningkatan pengamanan penerbangan. Hal ini misalnya terlihat di semua pintu keberangkatan ke AS di bandara-bandara internasional, seperti Bandara Schiphol, Amsterdam. Semua penumpang yang hendak menuju AS harus menjalani pemeriksaan badan secara menyeluruh.
"Upaya keamanan ekstra ini berlaku bagi seluruh penerbangan menuju AS. Hal ini terus dilakukan hingga waktu yang tidak terbatas," ujar Judith Sluiter, juru bicara Koordinator Nasional Belanda untuk upaya Konterterorisme.
Sementara itu, lanjut Sluiter, prosedur pemeriksaan keamanan bagi penerbangan lainnya tidak berubah. Saat ini, pihak keamanan Belanda, Nigeria, Yaman, dan Inggris berusaha mencari keterkaitan Mutallab.
Mutallab mengaku dirinya terafiliasi dengan kelompok Al Qaeda. Saat ini pihak militer, bandara, dan maskapai penerbangan masih enggan memberikan komentar terkait kasus Mutallab. Proses investigasi terhadap kasus ini masih terus berjalan.
Schiphol, salah satu bandara tersibuk di Eropa, secara ketat menaati aturan keamanan Eropa, termasuk membatasi pembawaan cairan dalam tas ransel. Selain itu, cairan tersebut juga harus berada di wadah plastik yang transparan. Selama satu tahun terakhir, Schiphol juga telah menggunakan alat pemindai yang memungkinkan petugas keamanan mengetahui benda-benda yang dibawa oleh penumpang di balik pakaian mereka. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang