17 Imigran Gelap Ditangkap

Kompas.com - 28/12/2009, 03:45 WIB

Sidoarjo, Kompas - Unit Antipenyelundupan Manusia Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo menangkap 17 imigran gelap di Sidoarjo, Sabtu (26/12), menjelang tengah malam. Para imigran itu berencana menuju Bali.

Kepala Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Besar M Iqbal mengatakan, mereka yang tertangkap terdiri atas empat warga negara Irak dan 13 warga negara Afganistan.

Mereka ditangkap di Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, sekitar pukul 22.00 saat akan menuju Kali Porong. ”Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mereka akan naik perahu nelayan ke Bali,” kata Iqbal, Minggu (27/12), di Sidoarjo.

Empat warga Irak yang ditangkap adalah M Makhiaskesh Al Mayyah, Immad Issa Awad, Jasim Ansaif, dan Ahmed Thiqar. Adapun imigran dari Afganistan bernama Naim, Qurban Ali, Shah Caman, Ghulan Nabi, Hasan, Ahmad Shah, Ibrahim Ali Jan, Sid Sujat, Zaki, Ghulam Reza Haidafi, Muhammad Syah, Alam Ali Madad, dan Izzat Ali.

Setelah diperiksa polisi, mereka diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjung Perak, Surabaya, Minggu sore.

”Kami akan mendalami perkara ini, Senin (28/12),” kata Kepala Rudenim Tanjung Perak Djarot Sutrisno.

Rudenim akan memeriksa semua imigran gelap tersebut untuk memperoleh kebenaran fakta. Salah satunya seputar pergerakan para imigran karena mereka memiliki hak untuk berada di suatu wilayah, tetapi harus mematuhi kewajiban yang berlaku.

”Misalnya, sebagai pengungsi, dia diperbolehkan berada di mana? Sebenarnya mereka dilokalisasi di mana?” kata Djarot.

Polisi kini sedang mengembangkan kasus itu dengan fokus mencari pihak yang menempatkan imigran di Sidoarjo. Polisi juga ingin mendalami jalur kedatangan para imigran gelap. ”Sekarang (kasus) ini ditangani polda,” kata Iqbal.

Penghubung

Selain menangkap imigran, polisi juga menangkap Saifuddin yang tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo. Saifuddin diduga menjadi penghubung para imigran itu di Sidoarjo.

”Kami akan berusaha menggali lebih lanjut siapa saja yang terlibat dalam kasus ini,” kata M Iqbal.

Polisi mendapat informasi, awalnya rombongan imigran itu terdiri atas 58 orang. Polisi menduga 41 orang lainnya sudah berada di kapal yang menunggu di Laut Jawa.

”Perahu nelayan terlalu kecil untuk berlayar dari Sidoarjo ke Bali. Perahu itu cuma untuk mengantar ke kapal yang lebih besar,” kata Iqbal. (RAZ/BEE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau