Jika "Gurita Cikeas" Tak Dipajang, maka Galangpress Minta Buku Dikembalikan

Kompas.com - 28/12/2009, 20:19 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Buku Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century karangan George Junus Aditjondro yang hari-hari terakhir ini menuai kontroversi ternyata tak ada di toko-toko buku besar. Mestinya tanggal 23 Desember lalu, buku ini sudah dipajang toko-toko buku besar, tetapi hingga sekarang belum. Apa sebab? 

"Memang ini menyalahi perjanjian kerja sama. Kami coba mengurai hal ini dengan meminta bantuan ke Komnas HAM. Selasa besok, Komnas HAM akan mengirim faksimile ke kami, yakni surat yang berisikan bahwa penerbit dan toko buku jangan takut menjual buku ini. Alasannya adalah, buku ini merupakan kajian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Direktur Galangpress Julius Felicianus, Senin (28/12/2009).

Surat dari Komnas HAM itu nantinya akan dikirim Galangpress ke toko-toko buku besar. Galangpress memberi batas waktu hingga Kamis. Jika toko buku belum juga memajangnya, maka buku akan ditarik lagi. Sebab, banyak pihak yang berminat. "Ada 13 perguruan tinggi yang sudah pesan buku ini, satu kampus bisa 50-100 buah. Selain itu semua parpol, delapan duta besar, hingga Pansus Century," kata Julius di Galangpress.

Buku tersebut dicetak 4.000 ekspemplar dengan rincian 70 persen dijual di toko-toko buku besar di beberapa kota besar di Pulau Jawa, dan sisanya 30 persen di toko-toko buku biasa. Menurut informasi, seperti disampaikan Julius Felicianus, buku yang ada di toko buku kecil dan tradisional sudah habis terjual. Namun, toko-toko buku besar belum berani memajangnya karena takut. Julius bisa memaklumi itu. Sebab, prediksi awal buku ini bisa membuat takut toko buku untuk memajang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau