Lagi, Ledakan di Hari Asyura, 30 Tewas

Kompas.com - 28/12/2009, 23:47 WIB

KARACHI, KOMPAS.com - Sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam perayaan Hari Asyura di Karachi, Pakistan, Senin (28/12/2009). Ledakan itu memicu kerusuhan besar-besaran, para pelayat mengamuk, melempari mobil-mobil ambulans, dan membakar sejumlah toko.

Otoritas Pakistan telah mengerahkan puluhan ribu polisi dan pasukan paramiliter, guna menghentikan kekacauan akibat serangan bom bunuh diri dari kelompok militan tersebut. Tragedi itu kembali menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kemampuan Pakistan menangani serangan para militan yang telah menewaskan lebih dari 2.760 orang sejak Juli 2007.

"Ledakan itu begitu besar, seolah pendengaran saya sudah rusak, tapi kemudian saya mulai mendengar teriakan orang-orang yang terluka dan melihat potongan-potongan daging manusia dan darah di jalan," kata Abbas Ali, 35, salah satu pelayat.

Menteri Dalam Negeri Rehman Malik menyalahkan kelompok Tehreek e Taliban, dan Lashkar i Jhangvi, berada di balik serangan ini. "Sedikitnya 30 orang telah tewas sejauh ini dalam serangan bunuh diri dan 63 lainnya telah terluka," sambung Menteri Kesehatan Provinsi Saghir Ahmed kepada AFP.

"Kami telah menyatakan keadaan darurat di semua rumah sakit di Karachi dan setiap dokter harus menyelamatkan mereka yang terluka. Situasi ini sangat suram," katanya menambahkan.

Seorang koresponden AFP mengatakan, kawasan Jalan Mohammad Ali Jinnah, di mana serangan itu terjadi kini luluh lantak. Puluhan mobil dan motor yang berserakan di mana-mana, dan tertutup puing-puing dari bangunan diserang oleh para perusuh. Para petugas pemadam kebakaran tak berdaya memadamkan yang menelan puluhan bangunan, sementara para penjaga toko berdiri hanya bisa menangis melihat usaha milik mereka ditelan pekatnya asap.

"Kami sedang menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memadamkan api yang masih mengamuk di pasar," kata Mustafa Kamal, Wali Kota Karachi.

Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani dan Presiden Asif Ali Zardari mengutuk ledakan terbaru dan meminta kepada warga untuk tetap tenang.

Serangan hari ini adalah yang ketiga pada peringatan Asyura di Pakistan tahun ini. Sebuah serangan bunuh diri di sebuah masjid Syi'ah di Kashmir pada hari Minggu telah menewaskan tujuh orang. Di hari yang sama, sebuah bahan peledak membuat 17 orang terluka di Karachi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau