Penyehatan PLN Butuh Rp 30 Triliun

Kompas.com - 29/12/2009, 06:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya untuk menyehatkan keuangan PT Perusahaan Listrik Negara Rp 30 triliun. Apabila biaya penyehatan itu dapat terpenuhi, tidak perlu ada kenaikan tarif dasar listrik, setidaknya sampai akhir Januari 2010.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (28/12), pemerintah lebih memilih melakukan langkah penyehatan keuangan PLN daripada menaikkan tarif dasar listrik.

Menurut Hatta, dari kebutuhan dana sebesar Rp 30 triliun tersebut, Rp 10 triliun di antaranya dari APBN 2010. Adapun sisanya, Rp 20 triliun, harus dicari sendiri oleh PLN.

Hatta optimistis, PLN sanggup menutup kebutuhan dana Rp 20 triliun itu setelah mendapatkan fasilitas berupa kenaikan margin dari penjualan setiap kilowatthour, yakni dari 5 persen menjadi 8 persen.

Dengan kenaikan margin, PLN diharapkan mendapatkan tambahan kapasitas meminjam dana (borrowing capacity) sehingga seluruh kebutuhan pembiayaan Rp 20 triliun tersebut bisa terpenuhi. ”Sisa kekurangan Rp 10 triliun akan kami masukkan dari APBN, entah bagaimana caranya. Kemungkinan dengan menggunakan dividen dari PLN sendiri. Ini sudah kami bicarakan dengan Menteri Keuangan,” ujar Hatta.

Subsidi meningkat

Hatta mengakui, apabila tidak ada kenaikan tarif dasar, subsidi listrik akan meningkat dari yang ditargetkan dalam APBN 2010, yaitu Rp 37,8 triliun. Adapun subsidi listrik pada APBN Perubahan 2009 sebanyak Rp 47,5 triliun. ”Tentunya tetap akan ada subsidi dan dengan kenaikan margin akan ada beban ke APBN. Namun, ini akan menyehatkan korporasi,” ujar Hatta.

Dengan penyehatan keuangan, lanjut Hatta, pada masa mendatang diharapkan tidak ada lagi ketergantungan PLN terhadap anggaran dari APBN. ”Karena dengan aksi korporasi saja, dia sudah bisa mengatasi masalahnya,” kata Menko Perekonomian,

Dengan penyehatan keuangan PLN, Hatta menargetkan tidak ada lagi pemadaman listrik di seluruh Indonesia pada 2010. Semua persiapan untuk itu harus selesai dalam 10 bulan ke depan.

”Dengan demikian, pada tahun 2010, byarpet (pemadaman) sudah bisa kami hentikan semua. Dan, kendala yang disebabkan oleh masalah pembangkit yang kurang memadai dan jaringan yang kurang kami selesaikan. Penyelesaian jangan dilakukan sepotong-sepotong, misalkan hanya dengan menaikkan tarif dasar listrik. Kami ingin keseluruhan. Jadi, pada awal Januari tarif dasar listrik tidak akan dinaikkan,” ujarnya. (OIN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau