JAKARTA, KOMPAS.com — BNI ditunjuk sebagai Bank Persepsi penerimaan negara yang berasal dari pajak/nonpajak dan Bank Operasional I untuk pengelolaan pengeluaran negara. Sebagai bank persepsi, BNI ditunjuk untuk menerima pembayaran penerimaan negara dari pajak/nonpajak di 7 dari 11 Kantor Wilayah Pajak atau di 64 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dari 178 KPPN di seluruh Indonesia.
Selain itu, BNI juga menjadi bank devisa persepsi yang khusus menerima pembayaran penerimaan negara terkait kepabeanan (ekspor/impor). Ada 42 cabang BNI yang berlokasi di pintu masuk/keluar, yaitu di bandara atau pelabuhan, untuk menerima pembayaran penerimaan negara terkait dengan kepabeanan. Sebagai Bank Operasional I, semua outlet BNI yang berjumlah 1.016 menjadi mitra KPPN dalam mengelola pengeluaran negara.
Penunjukan ini dilakukan setelah BNI menjadi bank pemenang tender dan ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Hery Poernomo, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan RI, dengan Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI, dan bank persepsi lainnya, serta disaksikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Selasa (29/12/2009) di Jakarta.
BNI merupakan satu-satunya bank persepsi penerimaan negara yang berasal dari wajib pajak yang ada di luar negeri. BNI telah mengembangkan sistem aplikasi modul penerimaan negara (MPN) di 5 cabang luar negeri, yaitu di BNI London, BNI New York, BNI Tokyo, BNI Hongkong, dan BNI Singapura. Layanan ini akan memudahkan Wajib Pajak dan Wajib Setoran Wajib Bayar yang ada di luar negeri untuk melakukan pembayaran secara online.
“Menjadi satu-satuya bank persepsi untuk penerimaan negara dari luar negeri merupakan komitmen BNI sebagai bank nasional yang berperan dalam menjembatani antara dunia dan Indonesia (bridging the world and Indonesia). BNI memiliki infrastruktur dan jaringan luas untuk mendukung pengelolaan keuangan Departemen Keuangan RI sebagai sebagai salah satu prime customer BNI,” kata Gatot.
BNI memiliki 1.173 cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, 55 cabang syariah, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hongkong, Tokyo, New York, dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang