Hatta: Anggaran Crown Disiapkan Pemerintahan Lama

Kompas.com - 29/12/2009, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II dan pejabat negara mulai menggunakan mobil dinas baru jenis Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,3 miliar, sejak beberapa hari lalu. Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, anggaran untuk pembelian mobil ini telah disusun oleh pemerintahan sebelumnya.

"Soal itu sebetulnya merupakan bagian dari pemerintahan kabinet yang lama. Saya tidak tahu (anggarannya), tanya di Setneg. Itu pemerintahan sebelumnya," ujar Hatta, di kantor Kementrian Koordinator Perekonomian, di Jakarta, Selasa ( 29/12/2009 ).

Dia menjelaskan,pengadaan mobil baru tersebut sama seperti kewajiban menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di mana, pemerintahan kabinet sebelumnya menyusun APBN 2010 untuk digunakan oleh pemerintahan kabinet yang baru. "Jangan dianggap pemerintah yang baru sekarang ini menyiapkan mobil barunya untuk sendiri. Saya sendiri saja enggak tahu saya bakal jadi Menteri. Kita tidak tahu siapa yang mau memakai, pokoknya kewajiban menyiapkan," kilahnya.

Namun, saat ditanya soal nominal anggaran yang disiapkan untuk pengadaan mobil baru tersebut, Hatta mengaku tidak tahu menahu. Padahal, dalam pemerintahan kabinet sebelumnya, Hatta menjabat sebagai Menteri Setneg. "Setneg tidak punya anggaran," cetusnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau