Pro-Kontra Ayu Azhari Merambah Dunia Maya

Kompas.com - 30/12/2009, 02:16 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com--Pro dan kontra pencalonan Ayu Azhari menjadi Wakil Bupati Sukabumi (Jawa Barat) melalui PDIP Kabupaten Sukabumi terus berkembang dan kini mulai merambah dunia maya.

Bahkan, anggota situs jejaring "Facebook" pada Selasa, mulai ramai dengan aksi penolakan Ayu Azhari untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukabumi pada Mei 2010.

Namun, tidak sedikit yang mendukung Ayu untuk maju dalam Pilkada Sukabumi.

Berdasarkan penulusuran ANTARA, ada tiga kelompok yang menolak Ayu Azhari untuk maju dalam Pilkada Sukabumi, yakni "Tolak Ayu Azhari di Pilkada Kabupaten Sukabumi, Tolak Ayu Azhari menjadi calon Wakil Bupati Sukabumi" dan "Tolak Ayu Azhari Jadi Calon Bupati Sukabumi".

Di tiga kelompok yang tidak mendukung Ayu Azhari untuk menjadi Wakil Bupati Sukabumi periode 2010-2015 itu sebanyak 2.075 penggemar. Namun, yang mendukung Ayu Azhari untuk menjadi Calon Wakil Bupati Sukabumi sebanyak 228 penggemar.

Salah seorang "Facebooker" asal Sukabumi, Iqbal mengatakan, dirinya menolak Ayu Azhari sebagai balon Wakil Bupati Sukabumi lantaran latar belakang Ayu Azhari sebagai artis "panas".

Ia menilai, Ayu Azhari tidak akan mampu memimpin Kabupaten Sukabumi menjadi lebih baik bila latar belakang seperti itu.

Warga lainnya dari Kecamatan Cicurug, Kabuapetn Sukabumi, Sulaiman mengaku, dirinya mendukung Ayu Azhari untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi yang akan berlangsung Mei 2010.

"Setiap warga negara berhak untuk ikut serta dalam pilkada. Kalau dilarang, berarti melangar hak azasi manusia (HAM)," katanya.

Ia berharap, bila Ayu Azhari menjadi Wakil Bupati Sukabumi, Kabupaten Sukabumi bisa menjadi lebih baik dari saat ini.

Sebelumnya, pasangan bakal calon kepala daerah Kabupaten Sukabumi Heryanto dan Ayu Azhari, menyatakan berada "di atas angin" dari bakal calon lainnya.

"Saat ini, kami merasa di atas angin dan yakin bisa menyaingi para balon yang ada," ungkap Heryanto yang merupakan Bakal Calon Bupati Sukabumi mendampingi Ayu Zhari.

Meski begitu keduanya tidak ingin berbesar kepala dengan kondisi yang terjadi saat ini, karena masyarakatlah yang akan menentukan nasibnya.

"Semua ada di tangan masyarakat, tetapi dari survey yang kami lakukan respon masyarakat terhadap kami sangatlah tinggi," ujarnya.

Heryanto menilai, majunya Ayu Azhari akan menimbulkan banyak opini dari masyarakat sehingga pihaknya terus membangun citra positif di masyarakat untuk melawan kritik-kritik terhadap pencalonan Ayu.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi ke beberapa tempat di Kabupaten Sukabumi, untuk mempromosikan pasangan yang diberi jargo "Hayu Bebenah" (Heryanto Ayu Bener Bager, Istikomah)," katanya.

Ia mengutarakan alasan memilih Ayu Azhari karen Ayu merupakan sosok yang baik, keibuan, fokus terhadap pekerjaan dan tanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau