Pariwisata

Pulau Bali Masih Menjadi Primadona

Kompas.com - 30/12/2009, 03:08 WIB

Jakarta, Kompas - Pada liburan akhir tahun 2009 dan Tahun Baru 2010, sejumlah kota yang merupakan destinasi pariwisata menjadi sasaran wisatawan. Salah satu tempat yang menjadi favorit adalah Bali.

Sejak menjelang Natal 2009 hingga mendekati pergantian tahun 2009/2010, arus wisatawan domestik maupun asing yang masuk ke Bali terus meningkat. Okupansi hotel di Bali, khususnya Bali bagian selatan, mulai dari bintang lima hingga kelas melati, lebih dari 90 persen.

Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan asing juga berjubel di Bali. Bahkan, Ketua Bali Tourism Board Ngurah Wijaya optimistis kunjungan wisatawan asing di Bali mampu mencapai sekitar 2 juta orang.

Kalangan biro perjalanan wisata di Bali juga membenarkan bahwa sejak 20 Desember 2009, wisatawan domestik mulai memenuhi Bali untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru 2010. Sebagian besar wisatawan domestik yang masuk ke Bali datang dari Jakarta.

”Hotel-hotel penuh. Ini membuktikan bahwa Bali masih menjadi primadona,” ujar Frans XR Donny Christopeel dari Aruna Bhuana Tours & Travel.

Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Ben Sukma mengakui, destinasi di dalam negeri yang paling banyak dituju adalah Yogyakarta, Bandung, dan Bali. ”Tiga tahun terakhir tiga kota itu selalu penuh saat liburan,” kata Ben.

Sementara itu, Ketua Asita Jawa Timur Haryono menyebutkan, daerah tujuan liburan dalam negeri terbanyak adalah Bali, Yogyakarta, dan Bandung.

Ketua Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) DKI Jakarta Herna Danuningrat menyatakan, selain Bali dan Yogyakarta, Manado dan Medan juga menjadi tujuan liburan menjelang Tahun Baru.

Sebagian warga Jakarta memilih berlibur akhir tahun di Bandung. Tempat persewaan mobil (rental) juga laris dipesan.

”Selain Bandung, mobil kami juga disewa untuk tujuan Pantai Anyer dan Garut,” kata pengelola Rental Deregiona di Palmerah, Ivana Enggoa.

Sejumlah mobil juga dipesan untuk perjalanan menuju Bali, seperti diungkapkan pemilik Mobilku Rental Car, Mangasa Sofyan Pangaribuan.

Beberapa biro perjalanan juga mengakui, tiket pesawat yang terbanyak dicari adalah tujuan ke Bali. (ays/wsi/aci/HEI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau