Para "Dukun" Pun Berkumpul Bahas "Gurita Cikeas"

Kompas.com - 30/12/2009, 11:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comPrelaunching buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro akhirnya akan dibedah di Jakarta, Rabu (30/12/2009) siang ini di Doekoen Coffee, Jakarta Selatan.

Sejumlah tokoh hadir untuk menanggapi buku yang penuh kontroversi tersebut. Menariknya, sejumlah paranormal turut menghadiri di kafe yang namanya cukup unik itu. 

Sejak pukul 11.00 tadi, terlihat di antaranya Ki Gendeng Pamungkas. Pria berambut gondrong itu bahkan membagikan CD gratis yang berisi lagu-lagu karyanya yang dibungkus dengan titel "Nyoba Ngeblues". Lirik lagu pun penuh dengan kritik.

Selain Ki Gendeng, politisi dari Partai Gerindra yang juga dikenal sebagai paranormal, Permadi, tiba pukul 11.30. Para dukun berkumpul?

"Saya diundang sama teman-teman. Namanya Doekoen Coffee, yang kumpul ya para dukun," kata Permadi sambil tertawa. 

Apa misi para "dukun" ini? "Kalau Gendeng kan jelas, mau menjatuhkan SBY. Kalau saya, enggak perlu dijatuhkan akan jatuh sendiri," ujarnya santai. 

Di luar para "dukun" itu, sejumlah penanggap juga hadir, di antaranya Kastorius Sinaga (sosiolog), Andi Arief (Staf Khusus Kepresidenan SBY), Bambang Soesatyo (anggota Pansus Century), Danang Widoyoko (ICW), dan Ray Rangkuti (Kompak). 

Ketika tiba di lokasi acara, George Junus tak memberikan kesempatan wawancara kepada para wartawan. Acara prelaunching dijadwalkan akan dimulai pukul 12.30.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau