Wah, Bekasi Terapkan Pendidikan Gratis sampai Kelas Satu SMA!

Kompas.com - 30/12/2009, 14:34 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Mulai 2010 mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan memperluas pendidikan gratis dengan mencakup kelas satu SMA/SMK negeri, yang sebelumnya untuk tingkat SD dan SMP.

Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, petunjuk tentang pendidikan gratis itu tengah digodok. Namun, anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk pendidikan gratis mulai SD, SMP, hingga kelas 1 SMA/SMK negeri sudah dialokasikan dalam APBD 2010. Menurutnya, diharapkan pada 2011 pendidikan gratis ini sudah menjangkau kelas 2 SMA/SMK dan pada tahun berikutnya menjangkau kelas 3.

"Kami berencana memberikan pendidikan gratis kepada siswa kelas 1 agar ketika naik ke kelas 2 mereka juga bisa mendapat pendidikan tanpa bayar. Begitu juga ketika berada di kelas tiga. Ini secara bertahap," ujar Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Selasa (29/12/2009).

Dipaparkan, pendidikan gratis tersebut bukan semuanya gratis, melainkan ada beberapa komponen yang digratiskan yang sebelumnya dibebankan kepada siswa. "Biaya pendidikan per bulan untuk seorang siswa SMA mencapai Rp 450.000, dan kami belum mampu membebaskan pengenaan biaya pendidikan seluruhnya," tuturnya.

Program pendidikan gratis tersebut, kata Rahmat, merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan yang kini mendapatkan alokasi dana di APBD sebesar 38 persen dari total Rp 1,8 triliun, sedangkan pemerintah pusat baru menargetkan pendidikan gratis sembilan tahun.

Di Kota Bekasi, pendidikan gratis sebatas sembilan tahun itu awalnya akan dilaksanakan hingga 2012. Namun, dengan komitmen tinggi untuk memajukan sektor pendidikan, pada 2010 program tersebut sudah menjangkau siswa kelas 1 SMA/SMK.

"Pendidikan gratis ini hanya diberikan kepada siswa sekolah negeri," ujar Rahmat.

Wakil Wali Kota yang akrab dipanggil Pepen ini sambil bergurau menambahkan, daerah akan bangkrut bila ikut mendanai pendidikan di sekolah swasta.

Swasta

Sektor pendidikan di Kota Bekasi sebanyak 61 persennya dikelola oleh swasta. Ke depan, peran pemerintah akan makin kecil dengan makin menjamurnya lembaga pendidikan swasta yang didirikan oleh yayasan.

Untuk SD sendiri, pendidikan gratis yang diberikan belum menyentuh komponen, seperti keseluruhan buku, pakaian seragam sekolah, pakaian olahraga, pakaian renang, dan pakaian pramuka.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Bekasi Kodrato membenarkan akan diberlakukannya pendidikan gratis bagi siswa kelas satu SMA/SMK negeri di Kota Bekasi. Ia menyatakan akan segera menyosialisasikan hal itu kepada kepala sekolah agar bisa diterapkan setelah dana APBD untuk menunjang sektor pendidikan itu dicairkan.

"Kita patut bangga dengan kebijakan pemerintah daerah yang terus memperbesar porsi dana APBD di sektor pendidikan. Ke depan pendidikan gratis akan diupayakan hingga menjangkau seluruh siswa SMA/SMK negeri," ujarnya. (TIS/ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau