Malam Ini, Mega Akan Melayat Gus Dur di RSCM

Kompas.com - 30/12/2009, 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Rabu (30/12/2009) malam, akan langsung melayat almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang wafat petang ini. Mega akan melayat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Hal itu dikatakan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung kepada Kompas.com. "Ibu Mega menyatakan duka mendalam atas wafatnya Gus Dur. Malam ini, beliau akan melayat ke RSCM," kata Pramono yang saat dihubungi tengah di perjalanan menuju RSCM, Jakarta Pusat.

Mega, kata Pramono, mendapatkan kabar wafatnya Gusdur 10 menit setelah tokoh NU itu mengembuskan napas terakhir. Bagi PDI Perjuangan dan Mega, masih mengutip Pramono, Gus Dur merupakan rekan seperjuangan pada masa rezim Orde Baru.

"Seperti diketahui, Ibu Mega dan Gus Dur bisa dikatakan sebagai ikon rezim perlawanan terhadap Orde Baru. Beliau juga sudah seperti kakak Gus Dur, dan Ibu Mega cukup dekat, meskipun berada pada posisi politik yang berbeda," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Kesan yang ditinggalkan Gus Dur adalah sosok guru bangsa di bidang pluralisme dan kemajemukan. "Beliau bisa dibilang tokoh sejuta satu yang hingga saat ini kita belum menemukan sosok yang seperti itu, selalu konsisten membela kelompok minoritas," kata Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau