JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Rabu (30/12/2009) malam, akan langsung melayat almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang wafat petang ini. Mega akan melayat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Hal itu dikatakan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung kepada Kompas.com. "Ibu Mega menyatakan duka mendalam atas wafatnya Gus Dur. Malam ini, beliau akan melayat ke RSCM," kata Pramono yang saat dihubungi tengah di perjalanan menuju RSCM, Jakarta Pusat.
Mega, kata Pramono, mendapatkan kabar wafatnya Gusdur 10 menit setelah tokoh NU itu mengembuskan napas terakhir. Bagi PDI Perjuangan dan Mega, masih mengutip Pramono, Gus Dur merupakan rekan seperjuangan pada masa rezim Orde Baru.
"Seperti diketahui, Ibu Mega dan Gus Dur bisa dikatakan sebagai ikon rezim perlawanan terhadap Orde Baru. Beliau juga sudah seperti kakak Gus Dur, dan Ibu Mega cukup dekat, meskipun berada pada posisi politik yang berbeda," ujar Wakil Ketua DPR ini.
Kesan yang ditinggalkan Gus Dur adalah sosok guru bangsa di bidang pluralisme dan kemajemukan. "Beliau bisa dibilang tokoh sejuta satu yang hingga saat ini kita belum menemukan sosok yang seperti itu, selalu konsisten membela kelompok minoritas," kata Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang