Jenazah Gus Dur Akan Diberangkatkan dari Halim Perdanakusuma

Kompas.com - 30/12/2009, 22:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jenazah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan diberangkatkan pada Kamis (31/12/2009) pagi dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur, untuk dimakamkan.

Menurut Perwira Penerangan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Tamsir, kemungkinan jenazah akan diterbangkan pada pukul 08.00 WIB menggunakan pesawat C-130 Hercules VVIP milik TNI Angkatan Udara.

Selain itu, pihak TNI Angkatan Udara juga menyiapkan beberapa pesawat untuk membawa keluarga dan kerabat yang akan berangkat ke Jombang untuk mengiringi kepergian mantan presiden RI ke-4 itu ke peristirahatan terakhir.

Sebelum jenazah diberangkatkan, akan berangkat terlebih dahulu Wakil Presiden Boediono sekitar pukul 06.30 WIB, disusul setengah jam kemudian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden akan bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman yang akan dilaksanakan secara militer itu.

Sebelumnya, adik kandung Gus Dur, Lily Chadijah Wahid, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa mantan Wapres Jusuf Kalla akan meminjamkan pesawat pribadinya untuk membawa jenazah Gus Dur ke Jombang. "Gus Dur akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, dan kelihatannya akan dipinjami pesawat pribadi Pak Jusuf Kalla," ujar Lily.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal dunia pada usia 69 tahun setelah sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu pukul 18.40 WIB. Abdurrahman Wahid menjabat presiden RI keempat mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Putra pertama dari enam bersaudara itu lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940.

Gus Dur menikah dengan Shinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni), Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau