JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menyatakan rasa berkabung atas wafatnya Gus Dur. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perayaan pesta tahun baru karena bangsa Indonesia masih dalam keadaan berduka.
Dalam konteks demikian, kata dia, wajar jika Presiden menghimbau bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung selama satu minggu penuh. Untuk itu, Majelis Alumni IPNU mengimbau seluruh masyarakat Indonesia menjadikan hari berkabung nasional ini dengan tidak menjalankan aktifitas hura-hura.
"Bagi yang merencanakan pelaksanaan pesta perayaan pergantian tahun, kami mengimbau dapat menyesuaikan diri dengan suasana berkabung nasional ini", tegas Sekretaris Jenderal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asrorun Ni'am Sholeh, dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (30/12/2009).
Ni'am menyatakan, sebagai mantan Presiden RI ke-4, Gus Dur dikenal luas secara internasional. Untuk itu, bangsa Indonesia dan masyarakat internasional sangat kehilangan dengan wafatnya Gus Dur.
"Maka itu tidak etis bila berfoya-foya merayakan tahun baru di tengah situasi duka bangsa," ujar peneliti Lembaga Studi Agama dan Sosial ini mengingatkan.
Ni'am mendukung usulan penganugerahan pahlawan nasional dan guru bangsa kepada Gus Dur mengingat jasa dan kegigihannya dalam menegakkan sendi-sendi persatuan bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang