Majelis Alumni IPNU Imbau Hentikan Perayaan Tahun Baru

Kompas.com - 31/12/2009, 00:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menyatakan rasa berkabung atas wafatnya Gus Dur. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perayaan pesta tahun baru karena bangsa Indonesia masih dalam keadaan berduka.

Dalam konteks demikian, kata dia, wajar jika Presiden menghimbau bangsa Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung selama satu minggu penuh. Untuk itu, Majelis Alumni IPNU mengimbau seluruh masyarakat Indonesia menjadikan hari berkabung nasional ini dengan tidak menjalankan aktifitas hura-hura.

"Bagi yang merencanakan pelaksanaan pesta perayaan pergantian tahun, kami mengimbau dapat menyesuaikan diri dengan suasana berkabung nasional ini", tegas Sekretaris Jenderal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asrorun Ni'am Sholeh, dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (30/12/2009).

Ni'am menyatakan, sebagai mantan Presiden RI ke-4, Gus Dur dikenal luas secara internasional. Untuk itu, bangsa Indonesia dan masyarakat internasional sangat kehilangan dengan wafatnya Gus Dur.

"Maka itu tidak etis bila berfoya-foya merayakan tahun baru di tengah situasi duka bangsa," ujar peneliti Lembaga Studi Agama dan Sosial ini mengingatkan.

Ni'am mendukung usulan penganugerahan pahlawan nasional dan guru bangsa kepada Gus Dur mengingat jasa dan kegigihannya dalam menegakkan sendi-sendi persatuan bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau