Frans Seda Kemungkinan Dimakamkan 2 Januari 2010

Kompas.com - 31/12/2009, 10:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom senior, Fransiscus Xaverius Seda, atau yang lebih dikenal dengan nama Frans Seda, meninggal dunia dalam usia 83 tahun di Jakarta, Kamis (31/12/2009) pagi.
    
Kerabat Frans Seda, Alberto, di Jakarta, Kamis, menyebutkan, Frans Seda meninggal sekitar pukul 05.15 di rumahnya di Jalan Metro Kencana V, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut dia, tidak ada penyakit serius yang diidap oleh tokoh yang pernah menduduki sejumlah jabatan menteri itu.
    
"Tidak ada penyakit serius, terakhir beliau ke rumah sakit karena tidak bisa mengeluarkan dahak," kata Alberto.
    
Belum ada kepastian kapan dan di mana jenazah Frans Seda akan dikebumikan, tetapi kemungkinan setelah tanggal 2 Januari 2010. Frans Seda lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 4 Oktober 1926. Semasa hidup, ia dikenal sebagai ekonom, politikus, menteri, tokoh gereja, dan pengusaha.
    
Dalam pemerintahan, Frans Seda pernah menduduki sejumlah jabatan menteri, seperti Menteri Perkebunan dalam Kabinet Kerja IV (1963-1964), Menteri Keuangan pada awal masa Orde Baru (1966-1968), serta saat Orde Baru pernah menjadi Menhub dan Pariwisata (1968-1973) dalam Kabinet Pembangunan I.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau