Jero Wacik Kembali Membantah

Kompas.com - 31/12/2009, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik merasa geram karena namanya di sebut-sebut dalam buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Aditjondro.

Dia membantah bahwa dua yayasan yang disebut dalam buku tersebut mencari dana untuk kepentingan politis sebagaimana ditudingkan oleh George. Dia menjelaskan, dalam buku kontroversial tersebut namanya disebut sebagai pembina Yayasan Puri Cikeas. Tak hanya itu, istrinya pun juga disebut menjadi pemilik Yayasan Sulam. Kedua yayasan ini disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan keluarga Cikeas.

"Nama saya disebut sebagai pembina. Tetapi tidak ada niat pun di visi misi yayasan itu untuk tujuan politik. Apalagi mencari dana untuk kepentingan partai Demokrat," ujarnya, seusai melayat di kediaman almarhum Frans Seda, Jakarta, Kamis ( 31/12/2009 ).

Dia bahkan berani memberi garansi dan menjamin 100 persen bahwa kedua yayasan tersebut merupakan yayasan nirlaba dan tidak bertujuan untuk mengumpulkan dana. "Saya guarantee 100 persen. Yayasan itu tidak membicarakan dan mengumpulkan dana untuk politik. Di Puri Cikeas itu tidak hanya ada orang Demokrat saja," sebutnya.

Bahkan,dia menambahkan, untuk yayasan Sulam yang disebut-sebut, sejauh ini masih kekurangan dana untuk membina para pengrajin. Menurutnya, yayasan ini memang membina para pengrajin yang ingin memajukan usahanya. "Yayasan Sulam itu masih empot-empotan. Yang saya sesalkan tidak cek ke saya dulu. Untuk langkah hukum, terserah. Ada tim yang akan melakukan," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau