JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik merasa geram karena namanya di sebut-sebut dalam buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Aditjondro.
Dia membantah bahwa dua yayasan yang disebut dalam buku tersebut mencari dana untuk kepentingan politis sebagaimana ditudingkan oleh George. Dia menjelaskan, dalam buku kontroversial tersebut namanya disebut sebagai pembina Yayasan Puri Cikeas. Tak hanya itu, istrinya pun juga disebut menjadi pemilik Yayasan Sulam. Kedua yayasan ini disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan keluarga Cikeas.
"Nama saya disebut sebagai pembina. Tetapi tidak ada niat pun di visi misi yayasan itu untuk tujuan politik. Apalagi mencari dana untuk kepentingan partai Demokrat," ujarnya, seusai melayat di kediaman almarhum Frans Seda, Jakarta, Kamis ( 31/12/2009 ).
Dia bahkan berani memberi garansi dan menjamin 100 persen bahwa kedua yayasan tersebut merupakan yayasan nirlaba dan tidak bertujuan untuk mengumpulkan dana. "Saya guarantee 100 persen. Yayasan itu tidak membicarakan dan mengumpulkan dana untuk politik. Di Puri Cikeas itu tidak hanya ada orang Demokrat saja," sebutnya.
Bahkan,dia menambahkan, untuk yayasan Sulam yang disebut-sebut, sejauh ini masih kekurangan dana untuk membina para pengrajin. Menurutnya, yayasan ini memang membina para pengrajin yang ingin memajukan usahanya. "Yayasan Sulam itu masih empot-empotan. Yang saya sesalkan tidak cek ke saya dulu. Untuk langkah hukum, terserah. Ada tim yang akan melakukan," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang