Hormati Gus Dur, Konsep Perayaan Tahun Baru Diubah

Kompas.com - 31/12/2009, 16:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait dengan meninggalnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid, sejumlah tempat hiburan mengubah konsep acara perayaan pergantian tahun 2009 ke tahun 2010. Perubahan konsep acara, antara lain dilakukan Ancol Taman Impian Jakarta. Tempat ini rencananya menjadi pusat perayaan pergantian tahun 2009 ke 2010 di Jakarta.

Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Ancol Taman Impian, Budi Karya, Rabu (30/12/2009) malam, menyatakan konsep acara Ancol yang semula "Explore Your Imagination" diganti dengan "Damai Indonesia".

"Semua pengisi acara yang tampil akan memakai pakaian berkabung. Seluruh panitia juga akan memakai pita hitam di lengan kanan sebagai tanda berkabung," ujar Budi Karya.

Tepat di malam pergantian tahun, lanjut Budi Karya, akan dinyanyikan lagu ST 12 berjudul "Saat Terakhir" dan gambar Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ditampilkan layar di panggung. Sementara pelaksanaan pesta kembang api masih dipertimbangkan.

Budi Karya mengatakan, perubahan konsep acara tersebut diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan sejumlah sponsor. "Namun jika pemerintah mempunyai keputusan lain untuk perayaan malam Tahun Baru, kami akan mengikutinya," kata dia.

Menurut Budi Karya, perubahan acara secara mendadak juga pernah dilakukan Ancol saat pergantian tahun 2004 ke 2005, yaitu ketika terjadi tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.

Adapun Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, hingga semalam belum ada imbauan kepada pengelola obyek wisata ataupun hotel untuk mengubah konsep perayaan Tahun Baru, terkait meninggalnya Gus Dur.

Akan tetapi, Arie berharap setiap penyelenggara tempat hiburan setidaknya meminta kepada semua pengunjung untuk mendoakan arwah Gus Dur.

Secara terpisah, sejumlah tempat hiburan, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Hotel Mulia Senayan, dan Hotel Indonesia Kempinski, hingga semalam masih membahas langkah untuk menyambut datangnya tahun 2010, terkait meninggalnya Gus Dur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau