Wapres Melayat Almarhum Frans Selama 10 Menit

Kompas.com - 31/12/2009, 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono melayat di rumah duka almarhum ekonom Fans Seda Kamis (31/12/2009). Kedatangan Boediono ini hanya sekitar 10 menit. Padahal, pengamanan di sekitar kediaman almarhum untuk mempersiapkan kehadiran Boediono ini telah dilakukan sejak siang tadi. 

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tiba di rumah duka sekitar pukul 20.35. Boediono yang malam ini mengenakan kemeja batik berwarna biru keungu-unguan ini langsung memasuki rumah duka untuk ikut mendoakan almarhum. 

Kedatangan Boediono disambut oleh istri almarhum Frans, Pattinaja Seda, serta dua putrinya, Francisia Saveria Sika Seda dan Joanessa Maria JM Seda. Setelah berbincang ringan sekitar 5 menit dengan Pattinaja Seda, Boediono tampak pamit. 

"Ibu maaf saya tidak bisa lama-lama, saya mohon pamit," ujarnya. 

Sekitar pukul 20.45, Boediono langsung meninggalkan rumah duka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada wartawan. "Maaf rekan-rekan wartawan tidak ada wawancara. Bapak hanya sebentar di sini. Bapak capai," tutur seorang ajudan Boediono yang mencoba menghalau wartawan saat mencoba untuk mewawancarai Boediono.

Malam ini, Boediono memang terlihat letih. Pasalnya, dia langsung menuju kediaman almarhum Frans setiba menghadiri pemakaman mantan Presiden Gus Dur di Jombang , Jawa Timur yang meninggal kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau