Brown: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Nyata

Kompas.com - 01/01/2010, 07:20 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Perdana Menteri Inggris Gordon Brown memperingatkan para pemimpin dunia bahwa terorisme masih menjadi ancaman yang sangat nyata pada 2010 pascakegagalan serangan untuk meledakkan pesawat North West pekan lalu. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama untuk memperketat keamanan di bandara dan pesawat dari setiap negara.

"Ada yang baru dari dimulainya dekade baru saat ini. Al Qaeda telah menciptakan suasana ketakutan. Serangan yang gagal di Detroit pada hari Natal itu mengingatkan kita pada realitas yang lebih dalam bahwa hampir selama 10 tahun sejak 11 September, terorisme internasional masih merupakan ancaman yang sangat nyata," tulis Brown, Jumat.

Serangan terhadap Detroit menyebabkan semua pihak mengkaji kembali sistem keamanan yang mereka terapkan. Banyak pihak menyorot tentang lemahnya sistem keamanan bandara setempat sehingga seorang pemuda Nigeria dengan sebuah visa yang mati bisa lolos dua kali masuk pesawat.

Umar Farouk Abdulmutallab, sang pemuda yang telah ditangkap itu, diyakini telah dilatih di Yaman sebelum memulai aksi pengeboman yang gagal. Ini terlihat dari dibawanya bahan peledak yang disembunyikan di dalam pakaian dan tetap tidak terdeteksi ketika ia melewati bandara Nigeria dan Belanda.

"Musuh demokrasi dan kebebasan sekarang mencoba menjadi dalang atas kematian dan kehancuran. Mereka muncul dari Yaman dan juga beberapa daerah dengan teror internasional lain, seperti Pakistan dan Afganistan. Mereka menyembunyikan bahan peledak dengan cara-cara yang lebih sulit untuk dideteksi," kata Brown.

"Al Qaeda dan rekan-rekan mereka masih berambisi untuk menanamkan pikiran kepada ribuan orang muda di seluruh dunia untuk membunuh dan melukai," tulisnya dalam sebuah artikel di kantornya di situs web Downing Street.

Dia mengatakan, Inggris kini tidak bisa lagi sekadar menggunakan strategi bertahan di benteng. Mereka akan mengambil tindakan untuk memerangi ekstremis, termasuk di Afganistan, Pakistan, dan di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau