Wewangian Sama Dengan Foreplay?

Kompas.com - 01/01/2010, 18:32 WIB

KOMPAS.com - Untuk membangunkan mood si dia ternyata tak hanya bisa lewat visual dan sentuhan. Aroma pun ternyata bisa membawanya bergairah. Mengapa? Ternyata, indera penciuman merupakan salah satu dari 5 indera yang secara langsung terhubung ke sistem pada organ tubuh tertentu. Sistem tersebut juga merupakan sistem yang mempengaruhi memori dan emosi. Artinya, ketika ia mencium bebauan tertentu akan membawanya ke suatu memori yang menghubungkannya ke aroma tersebut. Misal, bau mawar mengingatkan Anda kepada wangi parfum ibu Anda, atau bau minyak rambut tertentu mengingatkan Anda kepada ayah Anda. Secara rata-rata, seseorang bisa mengenali sekitar 10 ribu aroma dengan tingkat akurasi 65 persen setelah pertama kali ia menciumnya.

Apa hubungannya aroma dengan foreplay? Ternyata, menurut riset yang dilaporkan oleh divinecaroline.com, pria lebih mudah terstimulasi oleh wanita yang memiliki aroma "manis tapi ringan". Aroma semacam ini membuat pria teringat masa kecilnya yang menyenangkan dan membuatnya merasa lebih bebas menunjukkan perasaannya. Namun, pastikan aroma manisnya tetap ringan. Wangi ringan buah-buahan atau bunga yang dicampur dengan kayu-kayuan akan membuatnya merasa bergairah.

Selain itu, aroma ternyata bisa membuai emosi seseorang, bahkan memiliki daya untuk mengubah persepsi. Aroma memiliki hubungan ke emosi. Mengenakan aroma romantis ke sebuah kencan akan memberikan kesan bahwa Anda sedang berusaha untuk berkoneksi dengan si pasangan. Hal ini akan membuat level perasaan si pria naik, dan membuatnya secara emosional lebih sensitif. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan wangi yang lebih "berat" (musk) untuk memberikan kesan sisi yang lebih kuat dari Anda jika aslinya Anda adalah orang yang pemalu. Aroma sensual seperti ini akan membuatnya merasa lebih "bergairah" sama seperti ia melihat Anda mengenakan sepatu berhak tinggi warna merah.

Wewangian juga membantu pria mencari pasangannya. Ini dibuktikan oleh para peneliti yang mengatakan, bahwa sejak zaman batu, manusia menggunakan pheromones, wangi alami manusia untuk mencari pasangannya. Ternyata, aroma alami tubuh seseorang bisa jadi semacam pembangkit gairah alami. Jadi, jika Anda ingin ia mengenali aroma tubuh Anda yang aslinya, jangan mengenakan parfum yang wanginya sangat menyengat. Karena siapa tahu, aroma asli tubuh Anda, (bukan bau keringat berlebih), bisa membuatnya tergila-gila pada Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau