Pengamat: 2010, Gonjang-ganjing Politik "Bergoyang" Lebih Hebat

Kompas.com - 02/01/2010, 11:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Percaturan politik Indonesia diprediksi semakin memanas pada tahun 2010. Pengamat politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf, memprediksi bahwa gonjang-ganjing politik akan "bergoyang" lebih hebat. Kasus Bank Century dinilai sebagai salah satu pemicunya.

Dugaan keterlibatan sejumlah orang, seperti mantan Gubernur BI, Boediono, yang kini menjabat Wakil Presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan dugaan mengalirnya dana ke Tim Kampanye Partai Demokrat, membuat kasus ini akan menjadi ganjalan jika tak terselesaikan.

Kasus ini, menurut Maswadi, akan menentukan status politik dan hukum Boediono serta legitimasi pemerintahan SBY. "Kasus Century akan menjadi isu penting pada tahun 2010. Kalau tidak terbukti, selesai. Yang jadi masalah, kalau kasus ini menunjukkan keterlibatan Wapres dan Menteri Keuangan dan menyeret hingga ke jalur hukum. Menurut saya, tahun 2010 kita akan menghadapi masalah politik yang lebih rumit dan gonjang-ganjing politik lebih hebat dibanding 2009," papar Maswadi, Sabtu (2/1/2010) kepada Kompas.com.

Kasus Century, lanjut Maswadi, bagai buah simalakama bagi SBY. Jika tak dituntaskan, maka pemerintahannya akan menghadapi krisis kepercayaan dari masyarakat. Sebaliknya, jika diusut, maka tak menutup kemungkinan akan menyeret orang-orang penting yang saat ini berada di lingkaran dalamnya. "Bangsa kita ini saya ibaratkan seperti judul novel sebelum kemerdekaan, Tak Putus Dirundung Malang. Ada saja persoalan politik yang menyedot perhatian pemerintah sehingga tidak fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. Century itu malapetaka bagi Indonesia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau