Ayu Azhari Tidak Penuhi Panggilan PDI Perjuangan

Kompas.com - 02/01/2010, 15:53 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Bakal calon Wakil Bupati Sukabumi, Ayu Azhari tidak memenuhi panggilan PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat karena sedang berkabung atas wafatnya KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur beberapa waktu lalu.
     
Juru bicara Ayu Azhari, Secarpiyandy, kepada wartawan, Sabtu, menjelaskan, saat ini Ayu tidak bisa kemana-mana dan hanya berdiam diri saja di rumah. Kendati demikian, bukan berarti Ayu tidak memperhatikan pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati Sukabumi.
     
"Saya ditunjuk untuk mewakilinya karena Ayu tidak bisa hadir. Namun Ayu tetap serius dalam pencalonan wakil kepala daerah dan akan terus maju," katanya.
     
Menurut dia, Ayu Azhari melalui dirinya meminta maaf kepada warga Sukabumi dan PDIP karena tidak bisa hadir ke Sukabumi, namun rencananya dalam waktu dekat ini atau pada saat konferensi cabang (Konvercab) PDIP DPC Kabupaten Sukabumi, Ayu akan menyempatkan diri datang ke Sukabumi.
     
"Kami sudah merencanakan untuk datang ke Sukabumi untuk silaturahim dan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi," katanya.
     
Secarpiyandy mengatakan, sampai saat ini Ayu tetap yakin dirinya bisa sukses, karena sampai saat ini ribuan dukungan baik dari dalam dan Sukabumi bahkan dari luar negeri pun terus mengalir.
     
"Ini yang menjadi bekal kami untuk terus maju dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010," tuturnya.
     
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB menuturkan, pemanggilan para bakal calon ini adalah agenda partainya untuk melakukan verifikasi para bakal calon tentang keseriusannya maju dalam Pilkada.
     
Namun, katanya, PDIP Sukabumi memahami ketidakhadiran Ayu dalam pemanggilan ini dan diwakilkan oleh juru bicaranya karena sedang dalam masa berkabung.
     
"Pertemuan ini adalah untuk melakukan penjaringan dan terus menjalin komunikasi antar para balon dengan kami," ujarnya. Ia menambahkan, pemanggilan ini akan terus dilakukan kepada seluruh bakal calon dan hingga kini sudah delapan balon yang datang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau