LONDON, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Inggris telah bersepakat untuk mendanai unit polisi kontraterorisme di Yaman sebagai bagian dari langkah memerangi terorisme di Yaman dan Somalia setelah serangan terhadap sebuah pesawat AS. Demikian keterangan pemerintah Inggris yang dilansir, Minggu.
Perang saudara dan pelanggaran hukum telah mengubah Yaman, negara termiskin di dunia Arab itu menjadi tempat bagi Al Qaeda. Sementara kelompok militan Al Qaeda yang diilhami Al Shabaab juga telah menguasai sebagian besar kawasan selatan dan tengah Somalia.
Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, Amerika Serikat dan Inggris setuju untuk mengintensifkan kerja bersama untuk mengatasi munculnya ancaman teroris dari kedua negara. "Di antara perdana menteri Inggris dan Presiden (Barack) Obama telah muncul inisiatif untuk menyepakatai adanya pendanaan khusus untuk sebuah unit polisi kontraterorisme di Yaman," katanya dalam sebuah pernyataan.
Seorang juru bicara Brown tidak bisa mengatakan berapa banyak dana yang telah disepakati. Inggris dan Amerika Serikat juga akan bekerja sama dalam mendukung penjaga pantai Yaman. Perhatian internasional kini difokuskan pada Yaman setelah serangan bom pada sebauah maskapai gagal dilakukan pada Hari Natal .
Umar Farouk Abdulmutallab, pemuda 23 tahun asal Nigeria yang menjadi pelaku mengatakan rencana peledakan itu mengaku dilatih oleh Al Qaeda di Yaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang