LONDON, KOMPAS.com - Selain sepakat untuk mendanai unit polisi khusus antiteror - semacam Densus 88 di Indonesia - Brown dan Obama juga sepakat bahwa pasukan penjaga perdamaian yang lebih besar kini diperlukan di Somalia dan mereka akan mendukung lewat Dewan Keamanan PBB.
Pemerintah Somalia dan Uni Afrika (AU) sebelumnya telah memohon dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mengirim pasukan penjaga perdamaian yang kuat, dan bisa mengambil alih peran 5.200 pasukan Uni Afrika dari Uganda dan Burundi karena mereka tidak mampu lagi menstabilkan Somalia.
Obama mengatakan, itu sudah menjadi prioritas untuk memperkuat kemitraan AS dengan pemerintah Yaman, yang dinilai telah menjadi tempat pelatihan dan upaya memperlengkapi pasukan keamanan mereka, berbagi intelijen dan bekerja dengan mereka untuk menyerang kelompok teroris Al Qaeda .
Sebelumnya, Brown telah memerintahkan peninjauan keamanan bandara Inggris dan telah mengundang mitra internasional untuk melakukan pertemuan London 28 Januari untuk mendiskusikan bagaimana memerangi radikalisasi di Yaman.
Menteri Luar Negeri Yaman Abubakar Al Qirbi telah mengatakan, ada sekitar 300 militan Al Qaeda di negaranya. Qirbi ingin menarik lebih banyak bantuan dari negara-negara lain untuk memerangi terorisme.
Brown menginginkan menteri luar negeri Uni Eropa membahas masalah Yaman dan Somalia pada pertemuan berikutnya pada akhir Januari dan juga akan membahas situasi di kedua negara dengan para pemimpin Uni Eropa pada KTT Eropa berikutnya.
Ia ingin mendorong tindakan yang lebih kuat dari Financial Action Task Force, sebuah badan internasional yang memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme untuk Yaman.
Brown juga telah menggelar rapat khusus dengan kabinet Inggris dan komite keamanan nasional untuk membahas persobaan serangan terhadap Detroit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang