Somalia Kebagian Pasukan Perdamaian

Kompas.com - 03/01/2010, 05:07 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Selain sepakat untuk mendanai unit polisi khusus antiteror - semacam Densus 88 di Indonesia - Brown dan Obama juga sepakat bahwa pasukan penjaga perdamaian yang lebih besar kini diperlukan di Somalia dan mereka akan mendukung lewat Dewan Keamanan PBB.

Pemerintah Somalia dan Uni Afrika (AU) sebelumnya telah memohon dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mengirim pasukan penjaga perdamaian yang kuat, dan bisa mengambil alih peran 5.200 pasukan Uni Afrika dari Uganda dan Burundi karena mereka tidak mampu lagi menstabilkan Somalia.

Obama mengatakan, itu sudah menjadi prioritas untuk memperkuat kemitraan AS dengan pemerintah Yaman, yang dinilai telah menjadi tempat pelatihan dan upaya memperlengkapi pasukan keamanan mereka, berbagi intelijen dan bekerja dengan mereka untuk menyerang kelompok teroris Al Qaeda .

Sebelumnya, Brown telah memerintahkan peninjauan keamanan bandara Inggris dan telah mengundang mitra internasional untuk melakukan pertemuan London 28 Januari untuk mendiskusikan bagaimana memerangi radikalisasi di Yaman.

Menteri Luar Negeri Yaman Abubakar Al Qirbi telah mengatakan, ada sekitar 300 militan Al Qaeda di negaranya. Qirbi ingin menarik lebih banyak bantuan dari negara-negara lain untuk memerangi terorisme.

Brown menginginkan menteri luar negeri Uni Eropa membahas masalah Yaman dan Somalia pada pertemuan berikutnya pada akhir Januari dan juga akan membahas situasi di kedua negara dengan para pemimpin Uni Eropa pada KTT Eropa berikutnya.

Ia ingin mendorong tindakan yang lebih kuat dari Financial Action Task Force, sebuah badan internasional yang memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme untuk Yaman.

Brown juga telah menggelar rapat khusus dengan kabinet Inggris dan komite keamanan nasional untuk membahas persobaan serangan terhadap Detroit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau