Ingin "Berada di Puncak Dunia", Tidurlah Lebih Awal

Kompas.com - 03/01/2010, 09:43 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Orangtua tampaknya sudah lama benar! Tidur lebih awal adalah kunci untuk memperoleh tidur yang cukup dan membantu remaja merasa "berada di puncak dunia", demikian laporan satu studi baru di Amerika Serikat.

Kurang tidur di antara remaja mungkin memicu depresi dan pikiran untuk bunuh diri, kata studi tersebut—yang dikerjakan oleh Columbia University Medical Center.

"Hasil kami sejalan dengan teori bahwa tidur yang tak memadai adalah faktor risiko bagi depresi, yang berkaitan dengan faktor lain perlindungan dan risiko melalui banyak jalur sebab-akibat sampai ke perkembangan gangguan gairah ini," kata penulis utama studi tersebut, James Gangwisch.

"Karena itu, tidur berkualitas yang cukup dapat menjadi langkah pencegahan terhadap depresi dan pengobatan bagi depresi," dia menambahkan di dalam studi yang disiarkan di dalam majalah Sleep, terbitan Jumat (1/1/2010).

Studi tersebut mengikuti kebiasaan pada malam hari sebanyak 15.659 siswa dan mahasiswa, dan mendapati mereka yang secara rutin tidur setelah tengah malam menghadapi risiko 24 persen lebih tinggi untuk terserang depresi dibandingkan dengan mereka yang naik ke ranjang sebelum pukul 22.00.

Tukang begadang juga menghadapi risiko 20 persen lebih tinggi dalam menghadapi pikiran untuk bunuh diri, tambah studi tersebut.

American Academy of Sleep Medicine menyarankan, remaja mesti tidur setidaknya sembilan jam atau lebih setiap malam. Mereka yang naik ke tempat tidur sebelum pukul 22.00 melaporkan, mereka tidur rata-rata sekitar delapan jam dan 10 menit.

Namun, jumlah jam tidur merosot tajam bagi mereka yang naik ke ranjang setelah tengah malam.

Dan remaja yang tidur lima jam atau kurang setiap malam menghadapi 71 persen kemungkinan untuk terserang depresi dan 48 persen lebih besar untuk melakukan bunuh diri, kata studi itu.

"Sudah menjadi pendapat umum dan dugaan masyarakat bahwa remaja tak perlu tidur sama banyaknya dengan ketika mereka berusia sebelum remaja, tapi banyak studi menunjukkan, remaja sebenarnya memerlukan lebih banyak tidur," kata Gangwisch.

"Beberapa studi telah mendapati bahwa remaja tidak tidur cukup awal untuk menggantikan dimulainya jam pelajaran sekolah yang lebih awal, dan peralihan ke dimulainya jam pelajaran lebih awal telah terbukti berkaitan dengan merosotnya waktu tidur bagi remaja," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau