Serbia: Debutan yang Menyimpan Bahaya

Kompas.com - 03/01/2010, 23:23 WIB

PIALA Dunia 2010 di Afrika Selatan merupakan debut tim sepak bola Serbia sejak negara tersebut berdiri sebagai negara independen. Meski begitu, mereka punya budaya sepak bola yang kuat. Saat masih utuh sebagai Yugoslavia, negeri ini menjadi tim cukup tangguh.

Wilayah Serbia dengan luas 88.361 km² terletak di bagian tenggara Eropa. Pada 1918-1991, kawasan ini masih tergabung dalam Kerajaan (lalu Republik) Yugoslavia. Asosiasi sepak bola Serbia (FSS) sebetulnya sudah ada sejak 1919 dan terdaftar di FIFA pada 1923.

Sejak 2003, nama federasi sepak bola Yugoslavia (FSJ) diganti dengan federasi sepak bola Serbia dan Montenegro. Itu berlangsung selama tiga tahun hingga akhirnya Serbia berdiri sendiri sebagai negara terpisah.

Sejak masih bergabung bersama Yugoslavia, sepak bola negara tersebut sering menuai hasil istimewa. Di tim ini, Serbia menjadi negara penyumbang pemain terbanyak selain Kroasia. Mereka pun sudah tampil di Piala Dunia pertama pada 1930 dan lolos hingga semifinal. Hasil ini diulang lagi pada 1962, dua tahun setelah mereka menyabet medali emas di Olimpiade Roma 1960.

Hingga 1990, tim berjuluk "Plavi" itu sudah tujuh kali lolos ke putaran final. Dua di antaranya berakhir di semifinal, tiga lainnya di perempat final, sisanya sebatas fase grup maupun putaran kedua.

Di Piala Dunia kali ini, Serbia tampil mengesankan di babak kualifikasi dan memaksa Perancis mencari tiket lewat babak play-off. Tim "Beli Orlovi" sendiri tak pernah menang lawan "Les Blues" dan bahkan kalah 1-2 pada pertemuan kedua tim di Saint-Denis, September 2008.

Setahun kemudian, Serbia mendapat momen penting. Perancis sebagai tuan rumah hanya dapat bermain seri lawan Rumania. Empat hari berikutnya, gol penalti Nenad Milijas berhasil membalas gol Thiery Henry di Belgrade. Serbia makin tak terkejar setelah berhasil menggasak Rumania dengan skor telah 5-0 di Stadion Crvena Zvezda.

Dapat dikatakan, ini merupakan hasil terbaik bagi negara di pegunungan Balkan itu. Sejak 1974, negara itu tidak pernah lolos ke putaran final dalam dua periode Piala Dunia secara berturut-turut. Empat tahun lalu, Serbia-Montenegro berhasil lolos ke Jerman sehingga timbul keraguan terhadap kesuksesan tim tersebut di kualifikasi Piala Dunia kali ini.

Pada laga kandang perdana melawan Kepulauan Faroe, aksi Nemanja Vidic dkk hanya disaksikan 10.000 penonton. Laga kandang kedua, versus Lithuania, cuma ditonton oleh 15.000-an penonton. Pelatih Radomir Antic kecewa dan marah terhadap minimnya dukungan publik itu. Namun, ia toh punya keyakinan kuat dan berhasil membuktikannya dengan hasil bagus.

"Saya seorang yang ambisius dan saya tidak pernah menaruh perhatian berlebih pada fakta dan gambaran masa lalu. Jujur saja, saya punya target yang lebih besar dibanding lolos kualifikasi Piala Dunia," kata Antic saat menjawab pertanyaan Fifa.com soal keraguan itu.

Satu hal yang menjadi kelemahan tim ini adalah tidak adanya striker yang sangat mematikan di lini depan. Serbia memang punya Milan Jovanovic yang kini menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnya. Namun, bomber sebenarnya bagi Serbia adalah Nikola Zigic, tapi ia belum tampil maksimal. Marko Pantelic juga belum dapat diharapkan penuh karena pemain Ajax itu lebih banyak memberikan assist ketimbang membuat gol.

Di Afrika Selatan nanti, Serbia satu grup bersama Jerman, Australia, dan Ghana di Grup D. Status Serbia memang bukan tim unggulan, tapi tim "Elang Putih" ini bisa berubah menjadi kuda hitam yang bisa mendatangkan kejutan. (Laksono Hari Wiwoho)

Statistik tim
Top skorer:
Milan Jovanovic (5 gol)

Daftar pemain
Kiper:
Vladimir Stojkovic (Sporting Lisbon), Bojan Isailovic (Zaglebie Lubin), Andjelko Djuricic (Uniao Leiria)

Belakang: Branislav Ivanovic (Chelsea), Antonio Rukavina (1860 Munich), Nemanja Vidic (Manchester United), Neven Subotic (Borussia Dortmund), Aleksandar Lukovic (Udinese), Ivan Obradovic (Real Zaragoza), Aleksandar Kolarov (Lazio)

Tengah: Dejan Stankovic (Inter Milan), Gojko Kacar (Hertha Berlin), Nenad Milijas (Wolves), Zdravko Kuzmanovic (Stuttgart), Radosav Petrovic (Partizan Belgrade), Milos Krasic (CSKA Moskwa), Zoran Tosic (Manchester United) , Milos Ninkovic (Dynamo Kiev), Milan Jovanovic (Standard Liege)

Depan: Nikola Zigic (Birmingham), Marko Pantelic (Ajax), Danko Lazovic (Zenit St Petersburg), Dragan Mrdja (Vojvodina Novi Sad)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau