Brasil: Mengejar Gelar dalam Keindahan

Kompas.com - 04/01/2010, 13:43 WIB

BRASIL tak sekali pun absen lolos ke putaran final selama Piala Dunia telah digelar sebanyak 18 kali. Penampilan mereka pun selalu memberi warna indah di ajang terbesar di jagad ini. Mereka hadir bukan sekadar pamer keindahan sepak bolanya, tapi untuk mengejar gelar.

Brasil menjadi negara yang paling banyak mengumpulkan trofi piala dunia yaitu sebanyak lima kali. Selain itu, "Tim Samba" tercatat sebagai negara yang selalu bisa meraih gelar di benua mana pun Piala Dunia digelar. Terakhir, mereka meraihnya saat Piala Dunia digelar di Benua Asia yaitu, pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Brasil juga mampu juara di Eropa, ketika Piala Dunia digelar di Swedia pada 1958. Sementara, tim Eropa tak pernah mampu juara di luar benuanya.

Mengingat Piala Dunia 2010 akan digelar pertama kali di Benua Afrika, yaitu di negara Afrika Selatan, Brasil akan menggapai titik kesempurnaan bila kembali menjadi kampiun untuk keenam kalinya.

Mereka akan memperpanjang catatan terbaiknya menjadi negara yang selalu bisa meraih gelar di benua mana pun Piala Dunia itu digelar. Selain itu, Brasil akan semakin meninggalkan rival terberatnya, Italia, yang saat ini telah mengoleksi empat trofi.

Brasil memang memiliki ambisi besar untuk menjadi kampiun di Piala Dunia 2010. Afrika Selatan akan menjadi galanggang pelampiasan dendam setelah Brasil disingkirkan Perancis di babak perempat final pada Piala Dunia 2006. Jika dicermati, Brasil menjadi tim yang selalu mampu bangkit dari kegagalan. Buktinya, mereka pernah gagal mempertahankan gelar juara pada Piala Dunia 1966 setelah pada Piala Dunia 1958 dan 1962, mereka menjadi kampiun. Namun, mereka kembali menjadi pemenang pada Piala Dunia 1970.

Kemudian, Brasil juga pernah gagal mempertahankan gelar juara pada Piala Dunia 1998. Mereka harus rela menyerahkan trofi Piala Dunia kepada Perancis yang selaku tuan rumah. Namun, Brasil berhasil menebusnya di Piala Dunia 2002.

Di bawah kepelatihan Carlos Dunga, Brasil tetaplah "Tim Samba" yang kaya kreativitas dan bintang. Sepak bola indah tetap mengaliri permainan mereka, meski tak sekental dulu.

Hadirnya bintnag-bintang seperti Ricardo Kaka, Alexandre Pato, Robinho, Luis Fabiano, Ronaldinho, dan sebagainya, akan menjamin keindahan sepak bola Brasil. Dan perlu diingat, mereka tak hanya memamerkan keindahan, tapi juga sengatan yang siap melumpuhkan lawan-lawannya.

Mereka menjadikan tim yang paling mematikan. Selain memainkan sepak bola indah, Kaka dkk memiliki dua kekuatan utama, yaitu bola mati dan serangan balik yang cepat. Dalam perjalanan babak kualifikasi, Brasil tampil impresif. Mereka hanya kalah dua kali dan mantap menjadi juara grup babak kualifikasi Zona CONMEBOL. (Ferril Dennys)

Statistik
Top Skor:
Luis Fabiano (9 Gol)

Daftar Pemain
Kiper:
Julio Cesar (Inter Milan), Doni (AS Roma), Heurelho Gomes (Tottenham Hotspur)

Belakang: Maicon (Inter Milan), Dani Alves (Barcelona), Lucio (Inter Milan), Juan (Roma), Luisao (Roma), Thiago Silva (AC Milan), Gilberto (Cruzeiro), Michel Bastos (Lyon)

Tengah: Gilberto Silva (Panathinaikos), Felipe Melo (Juventus), Josue (Wolfsburg), Elano (Galatasaray), Ramires (Benfica), Kleberson (Flamengo), Kaka (Real Madrid), Julio Baptista (Roma)

Depan: Robinho (Santos), Nilmar (Villarreal), Luis Fabiano (Sevilla), Grafite (Wolfsburg).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau