PEKANBARU, KOMPAS.com — Meski Pekan Olahraga Nasional ke-18 tahun 2012 baru akan berlangsung dua setengah tahun lagi, Riau yang menjadi tuan rumah sudah menyiapkan lokasi pertandingan sebanyak 85 persen. Pada tahun 2011, seluruh venues diharapkan sudah selesai dibangun dan siap dipakai untuk seluruh pertandingan.
Persiapan venues atau lokasi pertandingan yang terberat adalah pembangunan stadion utama. Meskipun demikian, pembangunan stadion utama itu sudah mulai dikerjakan sejak 2009. Pada awal Januari ini, kami berharap Bapak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga bersedia melakukan pemancangan pertama pembangunan fisik stadion. Demikian dikatakan Rusli Zainal di sela-sela peninjauan sarana dan prasarana PON 2012 di Pekanbaru, Senin (4/1/2010).
Saat ditanya tentang kesiapan penyelenggaraan PON, Rusli menyatakan sangat yakin PON Riau akan lebih baik dibandingkan PON ke-17 di Kalimantan Timur. Meski demikian, beberapa wartawan tetap mempertanyakan kesiapan Riau dalam penyediaan tenaga listrik. Mengingat selama ini, Riau merupakan salah satu daerah dengan kondisi krisis listrik terparah di Pulau Sumatera.
"Saya sudah menerima informasi bahwa Presiden SBY sudah menandatangani Peraturan Presiden tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik untuk Riau dan Kalimantan Timur. Dengan demikian, PT PLN pusat dipastikan akan segera mempersiapkan pembangunan fisik pembangkitnya. Kami berharap pada tahun 2012, pembangkit itu sudah siap pakai. Kalaupun nanti pada tahun 2012 pembangkit 2 x 100 megawatt itu belum selesai, PLN sudah berjanji akan menyiapkan seluruh daya untuk PON," ujar Rusli yang juga menjadi Ketua Umum Panitia Besar PON Riau 2012.
Emrizal Pakis, Ketua Badan Perencana Daerah Riau, menambahkan bahwa pada tanggal 7 dan 8 Januari mendatang, Gubernur Riau akan mengundang semua bupati dan wali kota se-Riau. Pada pertemuan itu, juga akan dibahas kesiapan kabupaten dan kota yang juga akan menjadi tuan rumah pertandingan.
"Pada pertemuan tanggal 7 dan 8 itu, Gubernur akan menanyakan kelanjutan persiapan wali kota dan bupati untuk PON. Setelah pertemuan itu, seluruh daerah nantinya diharapkan akan siap untuk menyambut PON," kata Emrizal.
Pada Senin siang, Rusli meninjau gedung olahraga baru yang terletak di tengah kota atau hanya berjarak sekitar 800 meter dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Bangunan GOR yang didesain modern dengan 3.200 penonton disiapkan untuk pertandingan beberapa cabang olahraga, terutama bulu tangkis dan olahraga bela diri.
Tentang prestasi olahraga, Rusli menyatakan, Riau siap untuk menduduki posisi lima besar. Target itu nantinya akan direvisi sesuai persiapan atlet yang lebih intensif. "Pada PON 2000 di Surabaya, kami masih menduduki posisi ke-16, di Palembang tahun 2004 kami naik ke posisi ke-11 dan di Kalimantan Timur 2008 naik lagi ke posisi ke-10. Pada PON di Riau, kami tentunya menargetkan yang lebih tinggi lagi. Lima besar sudah wajib. Namun, kalau bisa, lebih baik lagi," ungkap Rusli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang