Stimulus Fiskal Tidak Diminati, Pendapatan Pajak Turun

Kompas.com - 04/01/2010, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo, Senin (4/1/2010), mengatakan bahwa realisasi penerimaan Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Plus PPh Minyak dan Gas pada tahun 2009 sebesar Rp 565.770,53 miliar atau turun 0,93 persen dibandingkan tahun 2008 yang mencapai Rp 571.103,52 miliar.

Sementara itu, penerimaan DJP tanpa PPh Migas periode 2009 mencapai Rp 515.726,70 miliar atau meningkat 4,38 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun 2005 hingga 2008, pertumbuhan penerimaan PPH Non Migas, berturut-turut, adalah 21,90 persen, 19,56 persen, 21,39 persen, dan 29,27 persen.

Tjiptardjo kemudian merinci realisasi penerimaan DJP Tanpa PPh Migas sebagai berikut. Pertama, PPh Non-Migas mencapai Rp 267.530,64 miliar atau 91,88 persen dari target 2009 sebesar Rp 291.175,80 miliar. Kedua, PPN dan PPnBM mencapai Rp 214.348,36 miliar atau 105,55 persen dari target 2009 sebesar Rp 203.084 miliar

Ketiga, pajak bumi dan bangunan atau PBB mencapai Rp 24.271,61 miliar atau 101,71 persen dari target 2009 sebesar Rp 23.863,64 miliar. Keempat, BPHTB mencapai Rp 6.461,52 miliar atau 92,57 persen dari target 2009 sebesar Rp 6.979,95 miliar. Kelima, pajak lainnya mencapai Rp 3.114,57 miliar atau 95,83 persen dari target 2009 sebesar Rp 3.249,95 miliar.

Terkait penurunan PPh Non Migas yang tidak mencapai target, Tjiptardjo mengatakan, salah satu alasan hal itu adalah stimulus fiskal yang kurang diminati masyarakat. "Dari total anggaran Rp 6 triliun, yang terealisasi hanya Rp 300 miliar," ujarnya.

Selain itu, Tjiptardjo menambahkan, krisis ekonomi global dan perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun 2009 turut memengaruhi penerimaan PPh Non Migas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau