Uwak Sam Makin "Pelototi" Warga Tujuh Negara

Kompas.com - 04/01/2010, 18:24 WIB

KOMPAS.com — Mari simak aturan paling gres dari Amerika Serikat. Pemerintah Uwak Sam memperkenalkan aturan pemeriksaan baru yang lebih ketat terhadap penumpang yang tiba dengan pesawat dari negara-negara yang dianggap terkait dengan terorisme.

Beberapa laporan menyebut sejumlah penumpang yang terbang dari Nigeria, Pakistan, Suriah, Iran, Sudan, Yaman, dan Kuba akan dikenai pemeriksaan seluruh badan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan. Aturan pengamanan baru ini mulai berlaku Senin (4/1/2010).

Sebelumnya, Presiden Barack Obama menegur kelalaian yang diduga menyebabkan rencana mengebom sebuah pesawat AS Natal lalu berjalan mulus meskipun kemudian digagalkan. Dia berjanji "akan bertindak cepat untuk membenahi lubang" dalam sistem pengamanan ini.

Namun, sebagaimana warta BBC pada Senin, beberapa jam sebelum aturan baru tersebut diumumkan, muncul seruan waspada di bandar udara Newark International dekat kota New York saat seorang laki-laki memasuki wilayah itu tanpa diperiksa.

Terminal C di bandara tersebut segera ditutup, sedangkan para penumpang dievakuasi ke wilayah aman dan diperiksa ulang setelah kejadian itu. Pesawat dari terminal tersebut juga dihentikan sementara.


Cek acak

Administrasi Keamanan Transportasi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa aturan baru ini berlaku untuk para penumpang yang terbang dari atau menuju ke negara-negara yang masuk daftar "Negara Sponsor Terorisme" pemerintah AS—Kuba, Iran, Sudan, dan Suriah—serta "negara lain yang terkait".

Nigeria dan Yaman disebut-sebut terkait dengan rencana pengeboman hari Natal yang gagal itu.

Tersangka utamanya adalah warga Nigeria, sementara sebuah kelompok militan di Yaman mengklaim merencanakan serangan tersebut.
 
Sejatinya, tidak jelas apakah pemeriksaan seluruh tubuh akan mampu mendeteksi alat yang dibawa oleh tersangka asal Nigeria berusia 23 tahun, Umar Farouk Abdulmutallab, yang disembunyikan di dalam pakaian dalamnya.

Juga bagian dari aturan baru ini, adalah pemeriksaan acak terhadap penumpang yang bepergian dari negara mana pun ke AS.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown juga telah menyetujui pelaksanaan pemeriksaan seluruh tubuh dengan pemindai di sejumlah bandar udara Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau