Pasar Bebas, Produk Impor Semakin Membanjir

Kompas.com - 04/01/2010, 19:38 WIB

SURABAYA,KOMPAS.com - Dalam periode bulan Januari hingga November 2009, nilai ekspor Jawa Timur turun sebesar 6,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Memasuki pasar bebas ASEAN-China  tahun ini, peningkatan ekspor akan semakin berat dengan masuknya produk-produk impor besar-besaran ke Indonesia, termasuk Jawa Timur.

"Memasuki pasar bebas, dari sisi konsumen tak ada masalah karena pasti mereka akan makin dimanjakan. Tetapi, dari sisi produsen dalam negeri persaingan akan semakin berat. Pemerintah harus memberi proteksi khusus pada produsen dalam negeri," papar Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Irlan Indrocahyo, Senin (4/1/2010) di Surabaya.

Dengan kondisi ini, maka diperkirakan arus impor semakin kuat. Sementara, arus ekspor ke luar negeri akan mengalami persaingan hebat.

Ekspor bulan ini turun

Pada bulan November 2009, nilai ekspor Jawa Timur turun sebesar 31,88 persen dibandingkan nilai ekspor bulan Oktober 2009. Nilai ekspor yang pada bulan Oktober la lu mencapai 1,447 miliar dollar Amerika Serikat turun menjadi 985,88 juta dollar Amerika Serikat.

Berdasarkan negara tujuan ekspor, Jepang menjadi negara tujuan eskpor dengan nilai terbesar yang kemudian disusul Malaysia, Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan. Nilai ekspor Jepang bulan November 2009 mencapai 173,61 juta dollar Amerika Serikat, Malaysia 110,76 juta dollar Amerika Serikat, Amerika Serikat 87,02 juta dollar Amerika Serikat, China 78,42 juta Amerika Serikat, dan Korea Selatan sebesar 70, 69 juta Amerika Serikat.

Produk ekspor Jatim bulan November 2009 didominasi tembaga, bahan kimia organik, kertas dan karton, kayu dan barang dari kayu, serta ikan dan udang.

Impor turun

Selain nilai ekspor yang turun, penurunan juga terjadi pada nilai im por dalam periode Januari hingga November 2009 sebesar 69,41 persen. Nilai impor yang tahun lalu mencapai 6,120 miliar dollar Amerika Serikat turun drastis menjadi 1,871 miliar dollar Amerika Serikat.

"China menjadi negara pengimpor terbesar ke Jatim. Mema suki pasar bebas tahun ini, diprediksi barang-barang asal China akan semakin membanjiri pasar Indonesia, termasuk Jatim," tambah Irlan.

Membanjirnya produk-produk impor, khususnya produk China dirasakan sejumlah pengusaha. Managing Director AJBS Wang Sutrisno mengatakan, mebel buatan China saat ini mendominasi pasar mebel Indonesia, termasuk Jatim. Situasi ini membuat mebel lokal sulit bersaing karena harga mebel impor rata-rata lebih murah dibandingkan produk lokal.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau