SURABAYA,KOMPAS.com - Dalam periode bulan Januari hingga November 2009, nilai ekspor Jawa Timur turun sebesar 6,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Memasuki pasar bebas ASEAN-China tahun ini, peningkatan ekspor akan semakin berat dengan masuknya produk-produk impor besar-besaran ke Indonesia, termasuk Jawa Timur.
"Memasuki pasar bebas, dari sisi konsumen tak ada masalah karena pasti mereka akan makin dimanjakan. Tetapi, dari sisi produsen dalam negeri persaingan akan semakin berat. Pemerintah harus memberi proteksi khusus pada produsen dalam negeri," papar Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Irlan Indrocahyo, Senin (4/1/2010) di Surabaya.
Dengan kondisi ini, maka diperkirakan arus impor semakin kuat. Sementara, arus ekspor ke luar negeri akan mengalami persaingan hebat.
Ekspor bulan ini turun
Pada bulan November 2009, nilai ekspor Jawa Timur turun sebesar 31,88 persen dibandingkan nilai ekspor bulan Oktober 2009. Nilai ekspor yang pada bulan Oktober la lu mencapai 1,447 miliar dollar Amerika Serikat turun menjadi 985,88 juta dollar Amerika Serikat.
Berdasarkan negara tujuan ekspor, Jepang menjadi negara tujuan eskpor dengan nilai terbesar yang kemudian disusul Malaysia, Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan. Nilai ekspor Jepang bulan November 2009 mencapai 173,61 juta dollar Amerika Serikat, Malaysia 110,76 juta dollar Amerika Serikat, Amerika Serikat 87,02 juta dollar Amerika Serikat, China 78,42 juta Amerika Serikat, dan Korea Selatan sebesar 70, 69 juta Amerika Serikat.
Produk ekspor Jatim bulan November 2009 didominasi tembaga, bahan kimia organik, kertas dan karton, kayu dan barang dari kayu, serta ikan dan udang.
Impor turun
Selain nilai ekspor yang turun, penurunan juga terjadi pada nilai im por dalam periode Januari hingga November 2009 sebesar 69,41 persen. Nilai impor yang tahun lalu mencapai 6,120 miliar dollar Amerika Serikat turun drastis menjadi 1,871 miliar dollar Amerika Serikat.
"China menjadi negara pengimpor terbesar ke Jatim. Mema suki pasar bebas tahun ini, diprediksi barang-barang asal China akan semakin membanjiri pasar Indonesia, termasuk Jatim," tambah Irlan.
Membanjirnya produk-produk impor, khususnya produk China dirasakan sejumlah pengusaha. Managing Director AJBS Wang Sutrisno mengatakan, mebel buatan China saat ini mendominasi pasar mebel Indonesia, termasuk Jatim. Situasi ini membuat mebel lokal sulit bersaing karena harga mebel impor rata-rata lebih murah dibandingkan produk lokal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang