Harga Gula Tembus Rp 12.000 Per Kg

Kompas.com - 04/01/2010, 21:27 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DIY mengaku tidak mampu mengantisipasi kenaikan harga gula. Padahal, kenaikan harga gula pasir hingga menembus angka Rp 12.000 per kilogram berdampak signifikan terhadap inflasi di sektor makanan dan minuman.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY, Astungkoro menuturkan, Pemerintah Provinsi DIY tidak mampu mengatasi kenaikan harga gula pasir, termasuk dengan cara menyelenggarakan pasar murah seperti sebelumnya. "Kami sudah bicara dengan para distributor gula. Stok gula masih ada, tapi soal harga memang tidak bisa dikendalikan," katanya, Senin (4/1/2010).

Dari pertemuan dengan para distributor gula, lanjut dia, muncul kesimpulan bahwa harga gula baru bisa turun jika impor gula segera terealisasi. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah pusat cepat bertindak guna mengerem laju kenaikan harga gula pasir. Namun sebenarnya para distributor pun bertanya-tanya apakah persediaan gula di pasar internasional mencukupi. Sebab katanya ada perubahan panen di Brasil dan India, sehingga mempengaruhi pasokan

Kepala Badan Pusat Statistik DIY Suharno mengatakan, kenaikan harga gula pasir turut memicu inflasi di Kota Yogyakarta. Dari hasil pemantauan harga-harga, selama Desember 2009 inflasi di Kota Yogyakarta mencapai 0,24 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi November 2009 yang mencapai 0,09 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau