Poppy Bunga Belajar dari PSK

Kompas.com - 04/01/2010, 21:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun baru, pengalaman baru. Itulah yang dirasakan pesinetron Poppy Bunga. Mengawali tahun 2010 ini, Poppy mengawali aktingnya di layar lebar. Ia membintangi film "Bidadari Jakarta" arahan sutradara Nanang Istiabudi. 

Yang menarik, kata Poppy, film barunya ini cukuplah menantang. Maklumlah, ia harus memerankan karakter seorang pekerja seks komersial (PSK), yang harus menjalani kehidupan yang sangat pahit. "Sejak awal aku memang mau memerankan tokoh pelacur," terang Poppy  ditemui di sela acara press preview "Bidadari" di EX Plaza Jakarta, Senin (4/1/2010).

Dalam film tersebut, Poppy memerankan tokoh Ulin. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata. Karena itu, untuk menghidupkan karakter Ulin yang diperankannya, Poppy pun harus melakukan observasi. "Untuk menjadi pelacur, melakukan observasi sangat terbatas waktunya. Tapi aku mau totalitas, karena ini film pertama aku," imbuhnya.

Tak cukup dengan observasi saja, Poppy langsung belajar dari tokoh Ulin sesungguhnya. "Karena ini kisah nyata, kebetulan aku ketemu langsung sama Ulin ( (bukan nama sebenarnya). Aku banyak cerita sama dia dan aku mau tahu bagaimana tanggapan dia setelah aku memerankan dirinya," kata Poppy.

Namun, agar dapat memerankan Ulin, tantangan terbesar justru datang dari keluarga Poppy. "Tapi perlu diingat papi-mami aku izinkan film ini yang pertama dan terakhir kalinya, karena apa yang aku mau sudah tercapai. Dan pacar aku juga bilang gitu," ungkap Poppy.

Soal perannya sebagai PSK, Poppy mengaku hal itu akan menjadi pengalaman pertama dan terakhirnya pula. "Alasannya, pertama aku harus pikirkan imej aku. Lalu kedua, aku juga mikirkan orang di sekililing aku, nenek aku juga," aku Poppy. "Tapi dalam film ini yang aku pelajari jangan pernah mau jadi pelacur dan juga jangan sampai ada Ulin yang lain lagi," katanya.

"Dalam adegan ini, ada adegan bagaimana aku ditarik-tarik, lalu diperkosa sampai dua kali," ujarnya. (C7-09)
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau