Sang Pemimpi Catat Rekor

Kompas.com - 04/01/2010, 22:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS. com -- Film "Sang Pemimpi" berhasil mencatat rekor. Pada pemutaran sesi perdananya, film garapan sutradara Riri Riza itu, berhasil menyedot penonton hingga 130 ribu orang.  Jumlah tersebut, diakui Mira Lesmana, produser film "Sang Pemimpi", tergolong sangat tinggi. 

"Iya, jumlah segitu besar banget," ujar Mira Lesmana ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/1/2009).

Melengkapi prestasinya, film sekuel "Laskar Pelangi" juga telah menembus angka 1,8 juta penonton selama dirilis sejak 17 Desember lalu. "Target saya sebenarnya hanya 2 juta penonton, yang penting balik modal," ujar Mira.

Dikatakan Mira, konsep pemutaran "Sang Pemimpi" direncanakan akan mengikuti pola yang dilakukan pada saat pemutaran "Laskar Pelangi", yakni secara gratis di daerah-daerah terpencil. "Kita masih keliling ke berbagai kota untuk nonton bareng dengan layar tancap di Belitong karena enggak ada bioskop di sana. Kita masih akan terus keliling lagi ke 34 titik yang enggak ada bioskopnya," terang Mira.

Sejauh ini, film yang di antaranya dibintangi "Lukman Sardi" dan Ariel "Peterpan" telah diputar di Dubai, Hongkong, dan Australia. "Antusias penonton yang masuk ke twitter dan facebook aku luar biasa, rata-rata mereka menonton empat sampai lima kali. Ada yang bilang terinspirasi jadi tambah semangat yang tadinya sudah malas untuk bercita-cita dan banyak yang bilang bahwa mengingatkan kembali betapa besar peran ayah untuk hidup, terutama kepada ayahnya yang sudah tidak ada. Beberapa guru bilang bahwa cara mengajar bapak Balia sangat menginspirasi mereka. Responnya sangat positif," tuturnya.

Lebih jauh Mira menilai kesuksesan yang berhasil diraih "Laskar Pelangi" dengan "Sang Pemimpi" agak sedikit berbeda.  "'Laskar Pelangi" dulu diputar zaman kampanye. Sekarang saya mulai berpikir apakah mereka menonton karena kampanye?" ujarnya. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau