16 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Arab

Kompas.com - 05/01/2010, 03:02 WIB

SANAA, KOMPAS.com - Arab Saudi melakukan serangkaian serangan udara mematikan di perbatasannya dengan Yaman, menewaskan 16 warga sipil dan melukai 19 orang yang lain. Demikian ungkap para pemberontak Syiah Yaman, Senin.
    
Dalam satu dari 25 serangan yang dilancarkan Senin, enam warga sipil tewas dan enam warga yang lain terluka, beberapa wanita dan anak termasuk di antara mereka, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pemberontak.

Sepuluh warga sipil yang lain tewas di sebuah pasar yang dihantam oleh salah satu serangan udara yang dilakukan pada hari Minggu, kata pemberontak itu dalam pernyataan terpisah yang disiarkan di situs internet mereka.
    
Pemberontak Syiah, yang juga dikenal sebagai Zaidi, menyatakan mereka akan mundur dari wilayah Arab Saudi jika Riyadh menghentikan serangan terhadap gerilyawan mereka, yang dilancarkan setelah kerajaan tersebut menuduh mereka telah membunuh seorang penjaga perbatasan dan menduduki dua desa Arab Saudi.
    
Seorang jurubicara pemberontak mengatakan bahwa pemberontak telah memukul mundur dua serangan darat yang pasukan Yaman dan Saudi pada Senin terhadap posisi mereka di dekat daerah Harf Sufyan di provinsi Omran, di utara Sanaa.
    
"Serangan itu telah dipukul mundur dan lima tank militer hancur," jelas juru bicara tersebut pada kantor berita AFP. Ia menambahkan bahwa tentara Arab Saudi juga telah menyerang Jabal Rumaih, di perbatasan yang bergunung-gunung.

Pemerintah Yaman melancarkan serangan besar pada Agustus untuk berusaha mengakhiri pemberontakan itu. Beberapa kelompok bantuan mengatakan lebih dari 150.000 orang telah diusir dari rumah mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau