SANAA, KOMPAS.com - Arab Saudi melakukan serangkaian serangan udara mematikan di perbatasannya dengan Yaman, menewaskan 16 warga sipil dan melukai 19 orang yang lain. Demikian ungkap para pemberontak Syiah Yaman, Senin.
Dalam satu dari 25 serangan yang dilancarkan Senin, enam warga sipil tewas dan enam warga yang lain terluka, beberapa wanita dan anak termasuk di antara mereka, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pemberontak.
Sepuluh warga sipil yang lain tewas di sebuah pasar yang dihantam oleh salah satu serangan udara yang dilakukan pada hari Minggu, kata pemberontak itu dalam pernyataan terpisah yang disiarkan di situs internet mereka.
Pemberontak Syiah, yang juga dikenal sebagai Zaidi, menyatakan mereka akan mundur dari wilayah Arab Saudi jika Riyadh menghentikan serangan terhadap gerilyawan mereka, yang dilancarkan setelah kerajaan tersebut menuduh mereka telah membunuh seorang penjaga perbatasan dan menduduki dua desa Arab Saudi.
Seorang jurubicara pemberontak mengatakan bahwa pemberontak telah memukul mundur dua serangan darat yang pasukan Yaman dan Saudi pada Senin terhadap posisi mereka di dekat daerah Harf Sufyan di provinsi Omran, di utara Sanaa.
"Serangan itu telah dipukul mundur dan lima tank militer hancur," jelas juru bicara tersebut pada kantor berita AFP. Ia menambahkan bahwa tentara Arab Saudi juga telah menyerang Jabal Rumaih, di perbatasan yang bergunung-gunung.
Pemerintah Yaman melancarkan serangan besar pada Agustus untuk berusaha mengakhiri pemberontakan itu. Beberapa kelompok bantuan mengatakan lebih dari 150.000 orang telah diusir dari rumah mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang