Duh, Mahalnya Danau Toba

Kompas.com - 05/01/2010, 10:28 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Para wisatawan lokal mengeluhkan mahalnya sewa pondok lesehan atau tempat santai beralaskan tikar dan tenda plastik, yang berada di pinggiran Danau Toba, Parapat selama liburan tahun baru.

"Pengelola pondok ada minta sewa Rp 300 ribu sama dengan harga kamar hotel, karena pengunjung memang luar biasa padat," ungkap Slamet Iriyanto yang membawa rombongan keluarganya yang datang dari Jakarta saat mengujungi Danau Toba, Minggu (3/1/2010).
    
Pengusaha bengkel bubut itu menyatakan terkejut, ketika pengelola pondok lesehan menawarkan ongkos sewa tempat tersebut yang letaknya persis di pinggiran danau.
    
Rombongan mereka berangkat dari Medan Sabtu tengah malam dan sampai di Parapat sekitar pukul 05:00 WIB. Rencananya mereka juga akan menginap satu malam, tetapi tidak ada lagi kamar hotel di daerah tujuan wisata terkenal itu.
    
Sepertinya tidak ada lagi yang murah di Parapat, karena jika ingin melihat objek wisata batu gantung misalnya, pemilik kapal menawarkan Rp 150 ribu yang jaraknya tidak begitu jauh dari kota Parapat.
    
Begitu juga ada beberapa hotel yang lokasinya di pinggir Danau Toba mengutip biaya masuk kepada pengunjung yang hendak masuk ke taman dan mandi sebesar Rp 20 ribu per orang.
    
"Kalau rombongan kami tiga mobil berjumlah 30 orang, berarti untuk masuk ke taman hotel tersebut harus mengeluarkan kocek Rp 600 ribu," tutur Iriyanto yang didampingi adiknya Edy Syahputra menceritakan pengalamannya selama mengunjungi Parapat.
    
Pengunjung yang datang dari berbagai daerah ke Parapat cukup ramai. Lapangan terbuka yang biasanya digunakan untuk menggelar festival tampak dipenuhi kendaraan baik mobil maupun sepeda motor.
    
"Banyak pengunjung yang terlihat tidur di panggung terbuka dan di bawah pohon, karena tidak mendapatkan tempat atau penginapan," ucap Edy Syahputra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau