JAKARTA, KOMPAS.com — Poros pelajar dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) menyatakan bersiap menggelar aksi unjuk rasa menolak pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2009/2010 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2010) pukul 14.00.
Demikian hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum IPM Denny W Kurniawan kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa. Aksi gabungan dua elemen pelajar ini, tutur Denny, akan menurunkan sekitar 500 pelajar.
"Kami hanya mau menyuarakan pendapat kami agar pemerintah taat pada putusan kasasi MA. Sebaliknya, pemerintah tetap menjalankan UN," ujar Denny.
Denny mengatakan, untuk itulah unjuk rasa tersebut dijadikan sebagai aksi dan sikap para pelajar menolak UN. Aksi ini digelar dengan cara long march dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka, Jakarta.
"Prinsipnya kami sepakat tidak melarang UN, tetapi meminta ditunda karena standar-standar sebelum pelaksanaan UN itu harus lebih dulu dipenuhi oleh pemerintah, mulai dari kualitas guru, perbaikan sarana dan sarana pendidikan, hingga akses informasi yang luas. Nyatanya, UN tetap berjalan tanpa memenuhi tiga hal itu," ujarnya.
"Ok, kalaupun tetap ingin dijalankan, sebaiknya UN tidak dijadikan satu-satunya standar kelulusan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang