Aulia: Saya Tidak Ikut Putuskan Merger Bank Century

Kompas.com - 05/01/2010, 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan, Aulia Pohan, menolak disebutkan turut menghasilkan keputusan merger Bank Pikko, Bank CIC, dan Bank Danpac menjadi Bank Century pada tahun 2001. Alasannya, Aulia baru menduduki posisi tersebut pada Mei 2002.

"Jadi pada waktu keputusan merger, saya enggak ikut lagi," ucapnya di depan Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR, Selasa (5/1/2010).

Aulia mengatakan, dia baru mengikuti rapat pimpinan terkait merger Bank Century pada tanggal 18 April 2004 yang membahas tindak lanjut merger berdasarkan Keputusan Dewan Gubernur BI pada akhir 2001. Aulia mengatakan memang sebagian besar persyaratan merger sudah dipenuhi meski Bank CIC tergolong banyak masalah.

"Tapi ini secara terencana. Ketiga bank ini dimiliki oleh pemilik yang sama. Diperoleh dari bursa, bukan dari BI," lanjutnya.

Ketika ditanyakan mengapa Dewan Gubernur memberikan izin merger kepada tiga bank yang bermasalah ini, Aulia enggan berkomentar. Dia mempersilakan Pansus menanyakan hal itu kepada mantan Deputi Gubernur Pengaturan, Perizinan, dan Informasi BI Maman Soemantri pada pemeriksaan selanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau