Dokter Itu Ternyata Agen Ganda

Kompas.com - 05/01/2010, 15:46 WIB

KOMPAS.com — Sementara waktu, teka-teki itu terjawab. Pihak dinas rahasia Amerika Serikat (AS), CIA, mengatakan bahwa pelaku pengeboman bunuh diri yang menewaskan tujuh agen CIA adalah agen ganda Al Qaeda.

Warta BBC pada Selasa (5/1/2010) mengatakan, pelaku yang dikatakan bernama Humam Khalil Abu-Mulal al-Balawi adalah seorang dokter dari Jordania. Pada 2008, al-Balawi ditangkap dinas intelijen Jordania.

Kemudian, dia dilaporkan direkrut Jordania dan CIA. Nah, kedua pelaku perekrutan itu mengira telah berhasil mengubah al-Balawi untuk memihak mereka.

Dokter dari Jordania itu diberikan misi untuk menemukan para pemimpin Al Qaeda. Dia diyakini bekerja dalam penyamaran di Afganistan selama berminggu-minggu sebelum meledakkan bom di markas CIA di sana.

Serangan terhadap Pangkalan Operasi Chapman merupakan insiden terburuk terhadap agen-agen intelijen Amerika sejak pengeboman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut pada 1983.

Sementara itu, surat kabar The Washington Post mengutip dua mantan pejabat Amerika yang mengatakan bahwa pengebom diduga berusia 36 tahun itu membujuk para agen CIA ke suatu pertemuan dengan janji ada informasi baru mengenai para pemimpin Al Qaeda.

Meledakkan diri

Pangkalan di Khost juga digunakan untuk pesawat tak berawak. Intelijen Jordania yakin telah menjadikan Humam al-Balawi berada di pihaknya dan mengirim dia ke Afganistan untuk menyusup masuk Al Qaeda, seperti dilaporkan jaringan televisi Amerika, NBC. Misi khususnya diyakini adalah melacak orang nomor dua Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri.

Menurut para pejabat dinas intelijen Barat yang dikutip dalam laporan itu, Humam al-Balawi diminta oleh kontaknya pada pekan lalu untuk mengatur pertemuan di Pangkalan Operasi Chapman di Khost. Dikatakan, di sana dia akan menyampaikan informasi penting mengenai Zawahiri.

Ketika sudah berada di pangkalan, laporan itu menunjukkan bahwa dia meledakkan diri dan menewaskan sampai tujuh agen CIA dan kontaknya yang disebut media Jordania, Ali bin Zeid.

Pertanyaan-pertanyaan muncul setelah bom diledakkan di pangkalan CIA pekan lalu mengenai bagaimana penyerang bisa melalui pemeriksaan keamanan.

The Washington Post menyebutkan bahwa dia dijemput sebuah mobil di pangkalan dan dibawa masuk tanpa diperiksa.

Seorang pejabat Amerika yang juga mantan CIA mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa orang seperti itu tidak perlu diperiksa menyeluruh untuk memberikan rasa percaya mereka kepada CIA.

Ganda

Juru bicara Taliban dikutip situs internet televisi Al Jazeera mengatakan bahwa Humam al-Balawi adalah agen ganda yang menyesatkan dinas intelijen Jordania dan Amerika Serikat selama setahun.

Pangkalan Operasi Chapman yang merupakan bekas pangkalan militer Soviet tidak hanya digunakan oleh CIA, tetapi juga oleh tim pembangunan kembali Afganistan yang terdiri dari militer dan sipil.

Menurut laporan, pangkalan udara di sana digunakan untuk pesawat tak berawak Amerika terhadap tersangka militan di Pakistan.

Sementara itu, dari Washington dilaporkan bahwa CIA akan sangat dipermalukan karena pengebom itu mampu bekerja begitu dekat dengan CIA dan melibatkan para pejabat tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau