NAIROBI, KOMPAS.com — Sebuah kapal perang Uni Eropa menyelamatkan sebuah kapal ikan berbendera Pakistan yang telah ditahan perompak Somalia selama sebulan dan telah digunakan untuk membajak kapal lain.
Para perompak membajak MV Shahbaig di 320 mil laut di timur Socotra, sebuah pulau di Tanduk Afrika pada awal Desember lalu. Pasukan angkatan laut UE mengatakan, Shahbaig terlibat dalam pembajakan kapal angkut berbendera Inggris, Asian Glory, tepat pada hari Tahun Baru dan telah ditinggalkan oleh para begundal itu di Seychelles sebelum kapal perang Uni Eropa, FS Surcouf, menemukannya.
"Pada tanggal 2 Januari, kapal ikan berbendera Pakistan dengan 29 awak, semuanya Pakistan, dibebaskan di sekitar 900 mil laut di utara Seychelles,” kata Angkatan Laut UE dalam situs webnya, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (5/1/2010).
"Shahbaig dimasuki awak kapal FS Surcouf dan menemukan semua awaknya dalam kondisi sehat kecuali salah satu yang kakinya patah," demikian pernyataan tersebut. FS Surcouf lalu menawarkan bahan bakar, bantuan kesehatan, dan makanan kepada awak kapal Pakistan itu sebagai bekal dalam perjalanan menuju Pakistan.
Perompak Somalia telah mendapatkan puluhan juta dollar AS dari pembajakan kapal-kapal demi uang tebusan di Teluk Aden, yang menghubungkan Eropa dan Asia. Mereka sedang melebarkan aksinya ke Samudra India karena kapal-kapal perang asing saat ini banyak dikirim ke kawasan itu untuk melindungi kapal-kapal dagang.
Angkatan Laut UE mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah bahwa kapal tanker bermuatan bahan kimia yang berbendera Singapura, M/V Pramoni, yang ditahan pada Jumat, telah berlabuh di sarang perompak Somalia di timur Eyl. M/V Pramoni, kapal tanker berbobot mati 20.000 ton dengan awak 24 orang, dibajak ketika sedang menuju Kandla di India.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang