Menperdag: FTA Bisa Dongkrak Kenaikan Ekspor

Kompas.com - 05/01/2010, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement ASEAN-China yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2010 menuai kontroversi. Pasalnya, perjanjian yang memberlakukan bea masuk ribuan produk dengan tarif nol persen ini dinilai mengancam industri dalam negeri.

Meski demikian, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa free trade agreement (FTA) memberi banyak manfaat bagi ekspor dan investasi Indonesia.

"FTA ini sudah dimulai sejak lama. Banyak sektor yang bisa memanfaatkannya," ujarnya saat jumpa pers Awal Tahun di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

Mendag menyebutkan bahwa ekspor sektor komoditas unggulan, seperti minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), kakao, dan gelas akan mengalami peningkatan seiring pemberlakuan FTA. Tak hanya itu, Menperdag juga optimistis bahwa FTA mampu mendorong peningkatan investasi dari China ke Indonesia. "Ekspor kita meningkat ke China, seperti CPO dan kakao," kata Menperdag. 

Menperdag mengakui, beberapa sektor industri memang telah menyatakan mempunyai masalah dengan pemberlakuan FTA. Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menghadapi FTA. Di samping itu, pemerintah juga telah mengirimkan surat notifikasi kepada seluruh negara ASEAN dan China atas keberatan tersebut. Pemberlakuan FTA diharapkan dapat ditunda di beberapa sektor. 

"Pemerintah melakukan respons yang cepat dan akan terus merespons hal-hal yang diangkat. Sektor-sektor itu kan isunya berbeda-beda, jadi dipelajari dulu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau