Dubes Belanda: Gus Dur Sangat Dihormati di Belanda

Kompas.com - 05/01/2010, 23:38 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Duta Besar Belanda untuk Indonesia Nikolas van Damm mengungkapkan kekagumannya atas KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia pun ikut menghadiri acara tahlilan untuk mengenang 7 hari wafatnya Gus Dur, di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa ( 5/1/2010 )

 

Kepada ribuan jemaah yang hadir van Dam mengatakan warisan dan pemikiran mendiang Gus Dur akan selalu dikenang tidak hanya di Indonesia tapi juga di Belanda. "Beliau selalu dihormati warisan dan pemikirannya baik di Belanda maupun di Indonesia. Beliau adalah pemimpin bersejarah di Indonesia, karena perjuangannya atas pluralisme," kata Nikolas van Damm.

 

Ia pun mengatakan kekagumannya atas begitu besarnya kecintaan berbagai kalangan di Indonesia terhadap Gus Dur. Pada malam ini, kata dia, berbagai tokoh lintas agama telah merasa begitu dekat dengan sosok almarhum. "Malam ini kita lihat beberapa kelpmpok keagaaman dan aliran memberikan penghormatannya untuk beliau. Karena belai mengajarkan untuk saling menghormati," tuturnya.

 

Saat-saat kunjungan Gus Dur ke Belanda saat masih menjabat Presiden, kata Gus Dur, akan selalu diingat oleh pemimpin dan masyarakat Belanda. "Belaiu pernah datang ke Belanda secara resmi dan diterima Ratu Belanda. Belaiu sangat dihormati di sana," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau