JAKARTA,KOMPAS.com - Duta Besar Belanda untuk Indonesia Nikolas van Damm mengungkapkan kekagumannya atas KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia pun ikut menghadiri acara tahlilan untuk mengenang 7 hari wafatnya Gus Dur, di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa ( 5/1/2010 )
Kepada ribuan jemaah yang hadir van Dam mengatakan warisan dan pemikiran mendiang Gus Dur akan selalu dikenang tidak hanya di Indonesia tapi juga di Belanda. "Beliau selalu dihormati warisan dan pemikirannya baik di Belanda maupun di Indonesia. Beliau adalah pemimpin bersejarah di Indonesia, karena perjuangannya atas pluralisme," kata Nikolas van Damm.
Ia pun mengatakan kekagumannya atas begitu besarnya kecintaan berbagai kalangan di Indonesia terhadap Gus Dur. Pada malam ini, kata dia, berbagai tokoh lintas agama telah merasa begitu dekat dengan sosok almarhum. "Malam ini kita lihat beberapa kelpmpok keagaaman dan aliran memberikan penghormatannya untuk beliau. Karena belai mengajarkan untuk saling menghormati," tuturnya.
Saat-saat kunjungan Gus Dur ke Belanda saat masih menjabat Presiden, kata Gus Dur, akan selalu diingat oleh pemimpin dan masyarakat Belanda. "Belaiu pernah datang ke Belanda secara resmi dan diterima Ratu Belanda. Belaiu sangat dihormati di sana," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang