Rupiah Masih Diburu

Kompas.com - 06/01/2010, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (6/1/2010) pagi menguat hingga di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, karena pelaku pasar berlanjut memburu mata uang Indonesia, akibat masuknya dana asing ke pasar domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik 42 poin dari Rp 9.298-Rp 9.308 per dollar menjadi Rp 9.340-Rp 9.350 per dollar.
    
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu mengatakan, para pelaku pasar makin aktif memburu rupiah, karena mereka yakin Indonesia masih merupakan pasar potensial yang memberikan keuntungan lebih baik. "Dengan penduduk yang mencapai 220 juta lebih merupakan pasar potensial yang harus digarap lebih jauh," ujarnya.
    
Kostaman mengatakan, para investor terutama dari Timur Tengah sangat berminat masuk ke Indonesia menggeluti bisnis syariah yang pasarnya masih besar. "Pasar uang maupun pasar saham Indonesia merupakan pasar di kawasan Asia yang lebih menarik dari pasar negara Asia lainnya," katanya.

Potensi ini, menurut dia merupakan peluang yang besar bagi Indonesia untuk terus memperbaiki diri memberikan kenyamanan untuk pelaku pasar khususnya asing agar mereka dapat menginvestasikan dananya dalam jangka panjang. "Kami optimis kondisi pasar seperti ini akan memicu rupiah menguat hingga mencapai angka Rp 9.000 per dollar," ucapnya.
    
Rupiah diperkirakan pada sore nanti akan terus mendekati angka Rp 9.200 per dollar, apabila minat pelaku pasar membeli rupiah terus meningkat. Apalagi saham-saham Wall Street dan bursa regional membaik akan memicu pelaku pasar makin aktif melakukan pembelian rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau