Honda Termurah di Bawah Rp 100 Juta

Kompas.com - 06/01/2010, 10:32 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com — India kini telah menjadi sasaran utama produsen dunia untuk membuat mobil-mobil dengan harga murah. Terakhir, menurut Society of Indian Automobile Manufacturer atau SIAM, Honda juga sudah siap menawarkan mobil penumpang jenis hatchback seharga Rs 4 lakh-Rs 4,5 lakh. Kalau dikonversi ke rupiah pada saat ini, harga itu antara Rp 80 juta dan Rp 90 juta.

Sampai diperkenalkan pada 10th New Delhi Auto Expo 2010 kemarin, belum ada spesifikasi detail tentang mobil tersebut. Namun, berdasarkan informasi umum, mobil baru ini berukuran lebih kecil dibanding Honda Jazz.

Kita di Indonesia boleh saja cemburu. Pasalnya, Honda bisa menawarkan harga mobil yang terjangkau bagi konsumen di India. Sementara itu, untuk memperoleh Honda Jazz terbaru, konsumen Indonesia harus mengeluarkan dana hampir Rp 200 juta. Sebagai pembanding, di India, harga Honda Jazz termurah sekitar Rp 140 juta.

India dan Thailand
Baik Honda maupun mitranya di India, Honda Siel India (HSI), belum memberi nama pada mobil kecil dengan rancangan yang benar-benar baru ini. Namun, saat diperkenalkan kemarin dijelaskan bahwa mobil ini akan diproduksi tahun depan di India dan Thailand.

Penampilan Honda baru ini sangat menarik. Foto yang dirilis Honda dan unit yang dipamerkan indentik. Mobil ini dipenuhi dengan konsep terkini, yaitu menggunakan lampu-lampu LED. Adapun grille merupakan pembaruan dari Honda Jazz.

Bentuk keseluruhan mirip konsep coupe, dengan bagian belakang atau pilar C dibuat sangat miring. Selain itu, ada garis-garis samping bodi yang membuat penampilan mobil kecil tampak sporty dan gaya.

Berdasarkan informasi yang beredar, mobil ini akan menggunakan mesin VTEC 1,0 liter atau mesin 1,2 liter. Di India, si kecil akan berhadapan dengan Hyundai i20 dan Suzuki (Maruti) Swift yang sudah lebih dulu mendapat tempat di hati konsumen India.

Produk khusus Honda ini dikembangkan secara bersamaan antara Honda Thailand dan India. Di India, Honda merakitnya di Greater Noida. Yang juga menarik, Honda Motors Jepang telah mengirim letter of intent (LOI) kepada para vendor di India, detail desain, mesin, dan spesifikasi mobil. Tujuannya agar Honda bisa mendapatkan pasokan komponen murah di India.

Dikatakan pula, Honda akan menggunakan pabrik mereka di Thailand dan India sebagai basis untuk memperoduksi mobil ini. Setelah itu, mobil diekspor ke negara-negara berkembang. Untuk itu, di India, Honda merekrut 30 insinyur sebagai tim riset dan pengembangan di Greter Noida.

Mereka selanjutnya akan bekerja sama dengan tim di Bangkok untuk mengembangkan mobil kecil tersebut. Di samping itu, mereka juga fokus menurunkan biaya pembuatan mobil dengan mengoptimalkan berbagai harga komponen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau