Okky: Hanya Tuhan yang Tahu Ketulusan Pasha

Kompas.com - 06/01/2010, 11:25 WIB

BOGOR, KOMPAS.com -- Kata Okky Agustina Sofyan, hanya Tuhan dan mantan suami Okky, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha "Ungu", yang tahu apakah Pasha tulus atau tidak dalam meminta maaf kepada Okky, sehubungan dengan kasus tindak kekerasan terhadap Okky.

"Ah bingung. Tulus enggak tulus, cuma dia dan Tuhan yang tahu," ucap Okky, yang menjalani sidang kasus tindak kekerasan Pasha terhadapnya, Selasa (5/1/2010) di Pengadilan Negeri Bogor.

Perempuan yang mengaku sempat biru lebam akibat kekerasan yang dialaminya itu, mengungkapkan pula bahwa ia sudah tak menaruh dendam lagi kepada Pasha. "Sebenarnya aku sendiri enggak ada masalah sama Pasha. Gimana juga, dia ayah dari anak-anakku," ujarnya. "Tapi, yang aku enggak senang, perbuatan dia," tekannya.

Bahkan, seiring dengan bergulirnya sidang pidana kasus tersebut, yang disertai mediasi oleh Majelis Hakim, komunikasi keduanya pun berangsur membaik. "Komunikasi kami baik kok. Semalam aja kami masih BBM-an (BlackBerry Messenger)," ujarnya lagi.

Janda beranak tiga itu mengatakan pula bahwa ia belum membahas kemungkinan berdamai dengan Pasha di jalur hukum. "Kalau damai, bukan dari pihakku, tapi dari pihak mereka dong. Aku kan korban. Kalau damai, aku belum tahu, nanti dibicarakan lagi dengan pengacaraku," ucapnya lagi.

Menurut Okky, kalau jalan damai ditempuh, ia akan mengajukan syarat tertentu. "Kami akan ada perjanjian, tidak akan mengganggu kehidupan masing masing. Yang pasti, aku ingin hidup tenang. Dia juga tahu kok, kami sudah benar-benar bukan suami-istri, dia sudah tidak bisa mengaturku lagi, demikian juga sebaliknya," tutupnya. (C7-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau